Sebanyak 132 siswa SMK Muhammadiyah 1 Pemalang mengunjungi Lunaray Beauty Factory pada Kamis, 22 Oktober 2026, untuk mengenal lebih dekat dunia industri kosmetik. Kunjungan industri ini bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai lingkungan kerja, perkembangan teknologi, serta proses pengembangan dan manufaktur kosmetik.
Sebagai pabrik kosmetik modern yang mengintegrasikan sains, keahlian, dan teknologi dalam pengembangan produk, Lunaray memperkenalkan bagaimana sebuah produk kosmetik dikembangkan hingga dapat diproduksi.
Untuk menjaga kenyamanan dan kelancaran kegiatan, seluruh siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok yang mengikuti rangkaian kunjungan secara bergantian agar area pabrik tidak terlalu padat.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa adalah kesempatan mencoba skin analyser, teknologi analisis kulit yang dikembangkan Lunaray bekerja sama dengan LABCOS, mitra industri kosmetik dari Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad). Teknologi ini membantu pengguna mengenali sejumlah kondisi kulit dan memperoleh informasi sebagai referensi untuk menentukan perawatan yang sesuai.

Hasil analisis dikirimkan langsung ke nomor hape masing-masing siswa. Salah satu siswi, Dilla, mengaku baru pertama kali mencoba teknologi tersebut. Ia mengatakan hasil analisisnya sesuai dengan kondisi yang dialaminya, termasuk munculnya bruntusan yang menurutnya berkaitan dengan kebiasaannya yang terkadang malas mencuci muka.Pengalaman ini menjadi hal baru bagi Dilla dalam memahami pentingnya menjaga kebersihan wajah.
Sementara itu, Asril mengaku senang dapat mencoba skin analyser karena hasilnya membantu dirinya mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merawat wajah agar terhindar dari masalah jerawat. Pengalaman ini menjadi bagian dari edukasi literasi perawatan kulit, yakni mendorong generasi muda untuk lebih mengenali kondisi kulit dan memahami pentingnya kebiasaan merawat wajah dengan tepat.

Melalui kunjungan ini, Lunaray Beauty Factory tidak hanya memperkenalkan lingkungan pabrik, tetapi juga berupaya mendekatkan pengetahuan tentang industri kosmetik dan pemanfaatan teknologi kepada generasi muda. Kolaborasi dengan LABCOS dalam pengembangan teknologi analisis kulit turut menunjukkan bagaimana sinergi antara industri dan dunia akademik dapat menghadirkan inovasi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.


Selain itu para siswa dapat melakukan photo booth untuk menggabadikan kunjungannya ke Lunaray dan pemberian cendera mata kepada para siswa. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan siswa tentang industri kosmetik modern sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa perawatan kulit sebaiknya dimulai dengan memahami kebutuhan kulit masing-masing.[] [Dipo Alaric/KK]