Di tengah hidup yang semakin digital, banyak orang justru mulai kembali menyukai aktivitas yang pelan dan dikerjakan dengan tangan sendiri. Dari merajut, membuat keramik, merangkai bunga, sampai melukis kecil-kecilan, semuanya perlahan terasa kembali dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Fenomena ini semakin mudah ditemukan beberapa tahun terakhir. Kelas keramik mulai ramai, workshop merajut muncul di banyak kota, dan video tentang aktivitas manual sederhana terus beredar di media sosial dengan jutaan penonton.
Yang menarik, banyak orang yang tertarik justru datang dari kehidupan yang sangat sibuk dan penuh layar. Ada pekerja kantoran yang mulai belajar merajut setelah pulang kerja, ada yang sengaja ikut kelas membuat keramik di akhir pekan, dan ada juga yang mulai berkebun kecil-kecilan untuk menenangkan pikirannya.
Aktivitas seperti itu akhirnya terasa bukan sekadar hobi. Bagi sebagian orang, kegiatan manual perlahan berubah menjadi cara kecil untuk bernapas di tengah hidup yang terasa terlalu cepat.
Psikolog Dr. Mihaly Csikszentmihalyi dalam konsep flow menjelaskan bahwa manusia bisa merasakan ketenangan dan fokus mendalam ketika melakukan aktivitas yang membuat perhatian terpusat penuh pada satu proses. Kegiatan manual seperti merajut, membentuk tanah liat, atau menggambar sering memberi ruang bagi pikiran untuk bergerak lebih lambat dibanding ritme digital sehari-hari.
Mungkin itu sebabnya banyak orang mulai merasa nyaman dengan aktivitas yang dulu sempat dianggap kuno atau terlalu tradisional.
Baca Juga: Banyak Orang Mulai Koleksi Barang Random demi Mengurangi Stres
Banyak Orang Tidak Sedang Mengejar Hasil, Tapi Menikmati Proses yang Pelan
Kehidupan modern membuat manusia terbiasa dengan sesuatu yang instan. Pesan datang cepat, video berganti dalam hitungan detik, dan hampir semua hal bergerak dengan ritme yang sangat padat setiap hari.
Di tengah kondisi seperti itu, aktivitas manual terasa berbeda. Merajut tidak bisa dipercepat sembarangan, membuat keramik membutuhkan kesabaran, dan melukis mengharuskan seseorang benar-benar hadir dalam prosesnya. Justru karena lambat, banyak orang merasa kegiatan seperti itu memberi efek menenangkan.
Di buku How to Break Up With Your Phone [2018], Psikoterapis dan penulis Catherine Price menjelaskan bahwa manusia modern semakin jarang mengalami momen fokus penuh tanpa distraksi digital. Aktivitas yang melibatkan tangan secara langsung membantu otak keluar sejenak dari pola konsumsi informasi cepat yang terus terjadi sepanjang hari.
Akibatnya, kegiatan sederhana seperti membentuk tanah liat atau menyusun benang bisa terasa jauh lebih menenangkan daripada terus menatap layar selama berjam-jam.
Baca Juga: Hobi yang Terasa Sepele, Tapi Diam-Diam Menenangkan Pikiran
Aktivitas Manual Membuat Banyak Orang Merasa Lebih Dekat dengan Dirinya Sendiri
Ada sesuatu yang berbeda ketika seseorang membuat sesuatu dengan tangannya sendiri. Hasilnya mungkin tidak sempurna, bentuknya bisa miring, warnanya mungkin berantakan, tetapi justru di situ muncul rasa personal yang sulit ditemukan dalam sesuatu yang serba otomatis.
Fenomena itu membuat banyak orang mulai mencari pengalaman yang terasa lebih nyata dan lebih bisa disentuh langsung. Di tengah hidup digital yang penuh notifikasi dan konten cepat, aktivitas manual memberi rasa bahwa seseorang benar-benar sedang melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri.
Sosiolog Richard Sennett dalam The Craftsman [2008] menjelaskan bahwa manusia memiliki kebutuhan alami untuk terhubung dengan proses menciptakan sesuatu secara langsung. Aktivitas manual memberi rasa keterlibatan emosional karena seseorang bisa melihat, menyentuh, dan merasakan proses dari awal sampai akhir.
Mungkin itu sebabnya aktivitas seperti merajut atau membuat keramik sekarang terasa kembali menarik. Bukan karena manusia modern tiba-tiba ingin hidup kuno, tetapi karena semakin banyak orang mulai lelah dengan ritme hidup yang terlalu cepat dan terlalu digital.
Dan di tengah semua itu, kegiatan sederhana yang dilakukan pelan-pelan dengan tangan sendiri ternyata bisa memberi rasa tenang yang selama ini diam-diam dicari banyak orang. [][Liora Maheswari/KK]
Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.