Bayangkan jika Anda sedang di acara fashion terbesar di dunia, seperti Paris Fashion Week, dan memilih untuk tampil tanpa makeup sama sekali. Itu yang dilakukan Pamela Anderson pada 2023, dan boom—dunia langsung heboh!
Pam, yang dulu ikon glamour 90’s dengan rambut blonde tebal dan makeup bold dari era Baywatch, tiba-tiba muncul bare-faced, menunjukkan freckles, garis halus, dan kulit aslinya. Bukan karena malas, tapi ini statement besar tentang self-acceptance.
“I didn't even think anyone would notice,” katanya dalam interview dengan Vogue France, tapi justru itu yang bikin gerakan no-makeup makin viral. Di usia 58 tahun, Pam bilang ini ‘freedom’ dan ‘relief’—dia tidak lagi mengejar standar kecantikan yang tak realistis. Gerakan ini bukan cuma tren, tapi reminder buat kita semua: Kecantikan sejati datang dari dalam, bukan dari foundation atau eyeliner.
Gerakan no-makeup sebenarnya sudah ada sejak lama. Tapi di 2023–2026, makin banyak seleb perempuan yang bergabung. Mereka bukan anti-makeup, tapi memilih bare-faced untuk alasan personal yang empowering.
Dari Pamela yang tribute untuk makeup artist-nya yang meninggal, sampai yang lain yang ingin lepas dari pressure Hollywood. Ini bukan cuma soal wajah polos, tapi tentang reclaim power atas tubuh dan image sendiri.
Di era filter Instagram dan AI beauty, mereka bilang: “Enough is enough!” Dan hasilnya? Banyak perempuan biasa terinspirasi untuk coba no-makeup day, merasa lebih confident tanpa ‘topeng’. Kita akan bahas kenapa mereka melakukan itu, mulai dari Pam sampai Alicia Keys dan kawan-kawannya.
Baca Juga: Benarkah Kulit Tak Butuh Pelembap di Musim Hujan?
Pamela Anderson: Dari Glamour ke Kebebasan Alami
Pamela Anderson adalah contoh sempurna bagaimana seseorang bisa pivot dari image ‘bombshell’ ke role model authenticity.
Dulu, dia selalu identik dengan makeup tebal: smoky eyes, lipstik pink, dan contour yang bikin wajahnya sculpted. Tapi mulai 2023, dia stop total. Alasannya? Tribute untuk makeup artist terbaiknya, Alexis Vogel, yang meninggal karena breast cancer.
“Since Alexis passed away, it's just better for me not to wear makeup,” katanya ke Elle Magazine. Pam bilang, tanpa Alexis, makeup terasa tak lengkap, dan ini jadi momen ‘rebellious’ buat dia. Dia tak mau lagi bersaing dengan beauty standards yang bikin capek.
“I felt like the monster, like a little kid with a fancy dress on,” ceritanya soal dulu saat mengenakan makeup berjam-jam.

[pam anderson - aarp.org]
Lihat foto Pam di Paris Fashion Week 2023: Dia mengenakan dress cantik dari Vivienne Westwood, tapi wajah polos, freckles keliatan, dan senyum yang orisinal.
“I think challenging ourselves is what keeps us young and beautiful,” tambahnya ke Today Show. Ini bukan cuma personal—Pam bilang ada ‘ripple effect’: Banyak perempuan terinspirasi, termasuk seleb seperti Drew Barrymore yang ikut bare-faced di acaranya sendiri.
Pam juga hubungkan ini dengan bisnisnya, Sonsie Skincare, yang fokus kepada produk natural dan hydrating.
“I want to look like me,” katanya, sambil promosi brand-nya yang filosofinya ‘true to yourself’. Sedikit info bisnis: Sonsie diluncurkan 2024, dengan hero product seperti Adapt Cream yang bikin kulit glowing tanpa makeup. Tapi Pam tegas: Ini bukan soal jualan, tapi genuine journey-nya.
Perubahan Pam tak mudah. Apalagi di Hollywood yang obsesi youthful look. Dia pernah mencoba Botox dan filler dulu, tapi berhenti karena ingin aging naturally.
“I don't want to look like anybody else,” tegasnya ke People Magazine. Ini empowering karena Pam, yang dulu simbol sex appeal, sekarang bilang kecantikan tak harus sempurna. Dia bilang ini “peeling back the layers”—lepas masker makeup untuk temukan diri asli. Hasilnya? Pam keliatan lebih radiant, dan banyak fans bilang dia ‘unrecognizable’ tapi dalam arti positif: Lebih relatable dan kuat.
Baca Juga: Retinol di Dunia Skincare, Mana yang Cocok dan Bagaimana Menggunakannya Tanpa Iritasi?
Inspirasi dari Seleb Lain: Alicia Keys dan Kawan-Kawannya

[alicia keys - yahoo.com]
Alicia Keys adalah pionir gerakan ini, mulai 2016 dengan #NoMakeup campaign-nya.
Dulu, Alicia selalu full glam: Eyeliner tebal, lipstik bold, contour sempurna. Tapi dia capek dengan pressure industri musik yang bikin dia ‘addicted’ ke makeup.
“I became addicted to it; I didn’t feel comfortable without it,” katanya ke Glamour UK. Alicia bilang ini dari pengalaman muda: “I started wearing makeup at 16, because that's what you're supposed to do.” Tapi setelah refleksi, dia putuskan berhenti.
Dalam essay Lenny Letter-nya, dia menulis: “I don’t want to cover up anymore. Not my face, not my mind, not my soul.” Ini rebellious act melawan ‘brainwashing’ soal perempuan harus ‘sexy or perfect’.
Alicia tidak anti-makeup—dia bilang “It’s not about makeup or no makeup. It’s about who you are, what makes you feel good." Tapi dia pilih bare-faced di red carpet, sampul majalah, bahkan saat judge The Voice.
“Sometimes you need more, sometimes you want less,” katanya ke InStyle. Ini membuat ripple effect: Banyak perempuan ikut, dan Alicia jadi simbol empowerment. Sampai 2026, dia tetap sering no-makeup, meski kadang pakai tint atau gloss minimal.
Frances McDormand juga ikon no-makeup, terutama di Oscars 2018 saat menang Best Actress untuk Three Billboards. Dia tampil tanpa makeup, rambut messy, dan bilang: “No designer clothes. No flattering camera angles. No makeup artists working their magic.” Alasannya? Protes vanity Hollywood.
“Everybody is concerned about a smooth face. Well, not me,” katanya ke New York Times. Frances, di usia 63, tolak Botox dan filler: “I have not had any cosmetic surgery. No Botox, no fillers, no hair dye.” Ini statement besar: Aging adalah privilege, bukan musuh. Dia bilang ini “refusing to pretend”—tidak mau ikut game kecantikan yang bikin perempuan insecure.
Naomi Watts ikut tren ini karena masalah kulit [rosacea] yang parah dari makeup tebal di set film.
“My skin was itchy and angry and sensitive,” katanya ke Katie Couric. Mulai 2016, dia pilih minimal makeup atau none untuk kesehatan kulit. “It's about feeling like you have a choice—wear something sleek that you feel confident in or hide in something you can disappear,” tambahnya. Naomi bilang ini vicious cycle: Makeup bikin iritasi, tapi dia pakai karena tuntutan kerja. Sekarang, dia fokus clean skincare dan bilang no-makeup bikin dia lebih nyaman.

[drew barrymore - nicki swift]
Drew Barrymore juga terinspirasi dari Pam—mereka bahkan bare-faced bareng di talk show Drew.
Drew bilang: “And if you are having a great hair day, you feel a lot more confident about wearing less makeup.” Alasannya? “Aging is a privilege that I will never take for granted.” Di usia 50, Drew tolak plastic surgery karena addictive personality-nya: “I worry I’d continue to chase it.” Dia bilang no-makeup bikin dia embrace real self, dan sering post selfie bare-faced di IG. “I haven't done anything and I want to try and stay that way," katanya ke People.
Seleb lain seperti Cameron Diaz pilih no-makeup pas pensiun sementara dari Hollywood: “Retired from glamour,” katanya. Atau Zoe Saldaña yang sering bare-faced di event: “It's about your God-given right to be yourself.” Tren ini bukan terjadi hanya di kalangan seleb—banyak perempuan biasa ikut, merasa empowered tanpa ‘topeng’.
Baca Juga: Hydration vs Moisturization, Kenapa Dua Istilah Ini Sering Disalahpahami?
Dampak Gerakan No-Makeup ke Masyarakat
Gerakan no-makeup dari Pam, Alicia, dan yang lain bukan cuma tren sementara—ini revolusi kecil melawan beauty standards yang toxic. Mereka bilang: Kecantikan tidak harus sempurna, tapi otentik. Di era filter dan AI, ini reminder buat embrace garis halus, freckles, dan imperfection.
“This is the chapter of my life I’m trying to embrace now,” kata Pam—pesan yang resonate dengan banyak perempuan. Dampaknya? Lebih banyak brand skincare fokus natural, seperti Sonsie-nya Pam yang jual hydrating products tanpa janji ‘perfect skin’.
Tapi ingat, ini bukan anti-makeup—seperti Alicia bilang: “Do whatever works for you.” Yang penting, pilihan itu dari diri sendiri, bukan pressure luar. Buat kita, ini undangan buat coba no-makeup day: Siapa tahu, Anda bakal merasa lebih bebas dan confident? Gerakan ini empowering karena menunjukkan: True beauty shines from within. Jadi, yuk, peel back the layers and love yourself as is! [][Eva Evilia/Vikalena Lasmoskwa/KK/Berbagai Sumber]