Setelah seharian berpuasa, tubuh tentu membutuhkan asupan yang tepat. Banyak orang memulai dengan makanan manis, lalu beralih ke hidangan utama. Pertanyaannya, seperti apa menu iftar yang sehat namun tetap memuaskan?
Berbuka puasa sering identik dengan hidangan yang kaya rasa dan menggugah selera. Di banyak rumah, meja makan dipenuhi gorengan, minuman manis, hingga berbagai lauk yang dimasak dengan santan.
Namun setelah hampir 14 jam tidak makan dan minum, tubuh sebenarnya membutuhkan makanan yang mampu mengembalikan energi secara bertahap tanpa membuat sistem pencernaan bekerja terlalu berat.
Baca Juga: Cirawang, Bakso Aci Tulang Rangu Garut yang Viral dan Bikin Ketagihan
Mengapa Menu Utama Saat Iftar Perlu Dipilih dengan Bijak
Saat berbuka, kadar gula darah yang sempat turun sepanjang hari mulai naik kembali setelah tubuh menerima asupan makanan. Karena itu, komposisi makanan menjadi penting agar energi kembali stabil.
Dikutip dari Healthline, makanan yang mengandung kombinasi karbohidrat kompleks, protein, dan serat dapat membantu tubuh mengisi kembali energi secara lebih seimbang.
Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang, atau roti gandum memberikan energi yang dilepaskan secara bertahap. Protein dari ayam, ikan, atau tahu membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.
Sayuran segar juga berperan penting karena mengandung serat serta berbagai vitamin yang membantu proses pemulihan tubuh setelah berpuasa.
Dengan komposisi seperti ini, tubuh tidak hanya merasa kenyang, tetapi juga mendapatkan nutrisi yang lebih lengkap.
Baca Juga: Soto Tangkar Hangat dan Kaya Rempah yang Pas Jadi Menu Berbuka Puasa
Ide Menu Utama Iftar yang Lebih Seimbang
Banyak pilihan menu utama yang bisa menjadi alternatif sehat untuk berbuka puasa. Salah satunya adalah nasi hangat dengan ikan panggang, tumis sayuran, dan sedikit sambal untuk menambah rasa.
Sup ayam dengan sayuran juga sering menjadi pilihan yang baik karena hangat, mudah dicerna, dan membantu tubuh kembali terhidrasi.
Bagi yang ingin pilihan lebih ringan, salad dengan tambahan protein seperti ayam panggang atau telur rebus juga dapat menjadi menu berbuka yang cukup mengenyangkan.
Menurut ahli gizi yang sering dikutip dalam berbagai media kesehatan, pola makan saat berbuka sebaiknya dimulai dengan porsi yang tidak terlalu besar agar sistem pencernaan dapat menyesuaikan diri setelah seharian beristirahat.
Menu utama yang seimbang tidak harus terasa membosankan. Dengan bahan segar dan cara memasak yang sederhana, hidangan berbuka tetap bisa terasa nikmat sekaligus membantu tubuh kembali bertenaga. [][Rommy Rimbarawa/KK]
[penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi]