Pikiran terus memutar ulang percakapan dengan atasan. Email yang sudah dikirim terasa seolah masih perlu diperbaiki. Tanpa disadari, banyak profesional muda terjebak dalam kebiasaan overthinking di tempat kerja.

Tekanan pekerjaan sering membuat seseorang ingin melakukan segala sesuatu dengan sempurna. Target, evaluasi kinerja, hingga ekspektasi dari atasan dapat membuat pikiran terus bekerja bahkan setelah tugas selesai.

Dalam kondisi seperti ini, seseorang bisa mulai memikirkan berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi. Keputusan kecil terasa seperti risiko besar, dan kesalahan kecil bisa terasa jauh lebih besar dari kenyataannya.

Baca Juga: Mengenali Tanda Burnout Sejak Dini

Mengapa Overthinking Sering Muncul di Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja modern sering menuntut kecepatan sekaligus ketepatan. Kombinasi ini membuat banyak orang merasa harus selalu waspada terhadap kemungkinan kesalahan.

Menurut psikolog organisasi Dr. Susan David yang pernah dikutip Harvard Business Review, kecenderungan berpikir berlebihan sering muncul ketika seseorang merasa terlalu ingin mengendalikan hasil dari situasi yang tidak sepenuhnya bisa dikontrol.

Email yang belum dibalas, rapat yang terasa kurang lancar, atau komentar singkat dari atasan bisa dengan mudah memicu berbagai asumsi di dalam pikiran.

Ketika pikiran terus berputar seperti ini, energi mental menjadi cepat terkuras. Alih-alih membantu menyelesaikan masalah, overthinking justru sering membuat seseorang merasa semakin cemas.

Baca Juga: Belajar Berkata Tidak Tanpa Rasa Bersalah

Cara Mengurangi Kebiasaan Berpikir Berlebihan

Langkah pertama untuk mengurangi overthinking adalah menyadari kapan pikiran mulai bergerak terlalu jauh dari fakta yang sebenarnya terjadi.

Banyak psikolog menyarankan untuk memisahkan antara fakta dan asumsi. Misalnya, email atau mungkin chat WhatsApp yang belum dibalas belum tentu berarti ada masalah besar.

Membuat batas waktu untuk memikirkan suatu persoalan juga bisa membantu. Setelah keputusan diambil atau tugas selesai, memberi ruang bagi pikiran untuk beralih ke hal lain dapat mencegah pikiran terus berputar.

Istirahat singkat, berjalan sebentar, atau berbicara dengan rekan kerja sering menjadi cara sederhana untuk membantu pikiran kembali lebih jernih.

Mengelola pikiran di tempat kerja bukan berarti mengabaikan tanggung jawab. Justru dengan pikiran yang lebih tenang, seseorang dapat membuat keputusan yang lebih rasional dan menjaga keseimbangan mental dalam jangka panjang. [][Vikalena Lasmoskwa/KK]

[penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi]