Banjir bandang yang terjadi di Sumatra pada akhir November lalu bukan hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga membuka pintu bagi berbagai penyakit yang mudah menyebar di lingkungan lembap dan padat pengungsi.
Anda mungkin menyadari bahwa air yang menggenang, sanitasi yang rusak, dan akses kesehatan yang terbatas dapat menjadi kombinasi berbahaya. Di sinilah pentingnya memahami penyakit apa saja yang umum muncul setelah banjir serta langkah pencegahannya.
Dalam kondisi darurat, tubuh Anda lebih rentan karena stres, kelelahan, dan perubahan pola hidup yang drastis. Menurut WHO, penyakit pascabencana bukan hanya disebabkan oleh air kotor, tetapi juga oleh keterbatasan fasilitas kesehatan yang membuat diagnosis awal sering terlewat. Karena itu, kesiapan informasi menjadi penyelamat yang tak boleh diabaikan.
Sebagian penyakit datang dalam bentuk yang tampak ringan, seperti gatal-gatal, namun bisa berkembang menjadi infeksi serius jika tidak ditangani. Sementara penyakit lain datang lebih senyap, seperti leptospirosis, yang gejalanya mirip flu sehingga sering disalahartikan. Memahami ciri-cirinya membantu Anda mengambil langkah tepat sebelum terlambat.
Baca Juga: Peran Vital Media Center Mengelola Informasi di Tengah Bencana
Penyakit yang Umum Muncul Setelah Banjir Bandang
Salah satu penyakit yang paling sering muncul adalah diare akibat konsumsi air yang terkontaminasi. Air banjir membawa campuran limbah, bakteri, dan zat berbahaya lain yang dapat mengganggu sistem pencernaan. Menurut [Kemenkes], kasus diare kerap meningkat tajam dalam dua minggu pertama pascabencana, terutama pada anak-anak dan lansia yang lebih rentan.
Leptospirosis juga menjadi ancaman besar. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dari urine tikus yang bercampur dengan air banjir. Gejalanya berupa demam mendadak, nyeri otot, mual, dan mata kemerahan. Banyak orang mengira ini hanya flu biasa, padahal jika terlambat ditangani, leptospirosis dapat menyebabkan gagal ginjal. Selain itu, infeksi kulit atau skin infection juga banyak terjadi karena kulit yang terlalu lama terpapar air kotor.
Cara Pencegahan dan Penanganan yang Tepat
Anda dapat mulai dari langkah pencegahan sederhana: menjaga kebersihan air minum. Air sebaiknya direbus sampai mendidih atau disaring menggunakan alat yang terjamin aman. Jika Anda berada di pos pengungsian, pastikan wadah air tertutup dan tidak digunakan bergantian tanpa dibersihkan. Untuk mencegah leptospirosis, gunakan sepatu bot atau alas kaki tebal saat beraktivitas di area bekas banjir.
Baca Juga: Menjaga Kesehatan Kulit di Cuaca Tak Menentu pada Musim Penghujan
Bila gejala seperti demam tinggi, diare berkepanjangan, atau nyeri otot muncul, Anda perlu segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan. Jangan menunda, karena penyakit pascabencana sering berkembang lebih cepat akibat kondisi tubuh yang melemah. Dilansir dari Healthline, penanganan dini dapat menurunkan risiko komplikasi hingga setengahnya.
Menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penting. Sampah yang menumpuk akan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan nyamuk. Membersihkan genangan air dan membuang sampah pada tempatnya membantu mencegah penyakit seperti demam berdarah yang kerap muncul di fase pemulihan pascabencana.
Selain itu, pastikan Anda cukup istirahat dan mengonsumsi makanan yang bersih. Tubuh yang kuat akan lebih mudah melawan infeksi. Ketika berada dalam situasi pengungsian, usahakan menghindari penggunaan handuk atau pakaian secara bergantian untuk mencegah infeksi kulit.
Pada akhirnya, memahami risiko kesehatan pascabencana sama pentingnya dengan memperbaiki rumah dan infrastruktur. Anda akan lebih siap menghadapi masa pemulihan jika sudah mengenali ancaman kesehatan yang mungkin muncul. Kesiapan ini bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan orang-orang di sekitar Anda.
Dengan langkah pencegahan yang tepat dan respons yang cepat, ancaman penyakit dapat ditekan. Bencana memang datang tanpa permisi, tetapi Anda selalu bisa memperkuat perlindungan diri. Sikap waspada dan informasi yang akurat adalah dua hal yang akan membantu Anda melalui masa-masa sulit pascabencana dengan lebih aman dan sehat. [][Vikalena Lasmoskwa/KK]
penulisan artikel ini dibantu riset AI dan telah melewati kurasi Redaksi