MQ Iswara terpilih secara aklamasi memimpin IKA Unpad Jawa Barat periode 2026–2030. Ia langsung menetapkan target perluasan kepengurusan ke seluruh kabupaten dan kota.

Pemilihan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Provinsi [Musprov] pertama Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran [IKA Unpad] Jawa Barat, Minggu [18/10/2026]. Forum yang digelar di lantai atap Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, itu dihadiri perwakilan pengurus IKA Unpad tingkat kabupaten dan kota, Pengurus Pusat IKA Unpad, serta sejumlah undangan. Seusai pemilihan, Pengurus Pusat IKA Unpad mengukuhkan kepengurusan provinsi untuk masa bakti 2026–2030.

Iswara, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, menghadapi tantangan memperluas struktur organisasi alumni di wilayah dengan 27 kabupaten dan kota. Hingga pelaksanaan Musprov, kepengurusan IKA Unpad tingkat kabupaten dan kota baru terbentuk di enam daerah. Kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan awal yang harus diselesaikan kepengurusan baru.

“Dalam waktu enam bulan, kita pasang target, sudah ada kepengurusan IKA Unpad di seluruh 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat,” kata Iswara seusai pengukuhan pengurus.

Baca Juga: MUSPROV IKA Unpad Jawa Barat 2026 Jadi Langkah Awal Konsolidasi Alumni Tingkat Provinsi

Konsolidasi Alumni dan Target Peningkatan IPM Jawa Barat

Pembentukan kepengurusan di seluruh daerah menjadi bagian dari upaya IKA Unpad Jawa Barat memperkuat koordinasi antaralumni. Selama ini, sebagian struktur organisasi masih mencakup beberapa kabupaten atau kota dalam satu kawasan aglomerasi. Kepengurusan provinsi berencana menyiapkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk operasional sebagai pedoman pembentukan organisasi di setiap daerah.

Selain memperluas jaringan, Iswara ingin organisasi alumni berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia [IPM] Jawa Barat. Ia menempatkan pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat sebagai tiga bidang yang perlu mendapat perhatian. Menurutnya, keberagaman profesi alumni Unpad dapat menjadi sumber keahlian untuk membantu menjawab persoalan pembangunan.

“Kami menantang para pengurus baru yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai kepala dinas, pelaku usaha, komisaris atau direksi perbankan, hingga unsur kader untuk mendongkrak daya ungkit kinerja pembangunan di Jabar,” ujar Iswara.

Iswara juga mendorong alumni untuk membantu memperbaiki posisi Jawa Barat dalam pemeringkatan IPM antardaerah. Ia mencontohkan perlunya menetapkan sasaran peningkatan peringkat secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang. Meski begitu, angka peringkat yang disampaikannya merupakan ilustrasi target, bukan laporan mengenai posisi aktual Jawa Barat.

Agenda tersebut mencakup sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat. Di bidang pendidikan, perhatian diarahkan pada peningkatan rata-rata lama sekolah, sedangkan di bidang kesehatan mencakup penanganan tengkes [stunting] serta penurunan angka kematian ibu dan bayi. Penguatan daya beli masyarakat juga menjadi bagian dari sasaran kontribusi alumni.

Di luar pembangunan daerah, IKA Unpad Jawa Barat menetapkan penguatan hubungan antaralumni dan dukungan terhadap pengembangan almamater sebagai prioritas. Salah satu ambisinya adalah membantu Universitas Padjadjaran mencapai kelompok 300 besar perguruan tinggi dunia. Upaya tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui kolaborasi alumni dari berbagai bidang keahlian.

Baca Juga: Pengprov IKA Unpad Jawa Barat Dinilai Mendesak, Satukan Potensi Alumni untuk Dampak Lebih Luas

Dari Penguatan Organisasi hingga Persoalan Lingkungan

Iswara turut memasukkan persoalan lingkungan dalam perhatian kepengurusan baru, khususnya risiko kebakaran hutan dan lahan di Jawa Barat. Ia menyebut perlunya pembahasan bersama organisasi perangkat daerah dan kalangan ahli untuk mengantisipasi potensi kebakaran. Rapat koordinasi dengan pihak terkait direncanakan berlangsung dalam waktu dekat.

“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan rapat koordinasi dengan beberapa OPD terkait. Kami mengundang para pakar karena sudah ada indikasi Jawa Barat pun sudah rawan,” kata Iswara.

Sementara itu, proses pembentukan kepengurusan IKA Unpad Jawa Barat telah dipersiapkan sejak Juni 2026. Rangkaian persiapan mencakup pertemuan inisiasi, konsultasi dengan Sekretaris Jenderal IKA Unpad, serta koordinasi bersama perwakilan pengurus kabupaten dan kota. Tahapan tersebut dilakukan untuk membangun kesepahaman mengenai pembentukan organisasi tingkat provinsi.

Ketua Panitia Pengarah Musprov IKA Unpad Jawa Barat, Dicky Wishnumulya Ristandi, menjelaskan bahwa proses persiapan mengutamakan kebersamaan dan kesesuaian dengan aturan organisasi. Keputusan mengenai kepemimpinan serta rekomendasi organisasi kemudian diserahkan kepada forum Musprov. Pendekatan tersebut menjadi dasar penyelenggaraan musyawarah pertama di tingkat provinsi.

Ketua Departemen Hubungan Pengurus Daerah IKA Unpad, Tatang Manggala, menilai proses yang dilakukan panitia Jawa Barat dapat menjadi rujukan bagi daerah lain. Penilaian itu disampaikannya meskipun pengaturan mengenai musyawarah tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota belum dijabarkan secara terperinci dalam ketentuan organisasi. Menurut Tatang, proses inisiasi Musprov Jawa Barat sudah mendekati bentuk penyelenggaraan yang ideal.

Terbentuknya kepengurusan baru menjadi langkah awal bagi IKA Unpad Jawa Barat untuk memperluas peran organisasinya. Target pembentukan pengurus di 27 daerah dalam enam bulan akan menjadi salah satu ukuran awal keberhasilan konsolidasi tersebut. Sementara itu, kontribusi terhadap pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan lingkungan masih membutuhkan program serta kerja sama yang dapat diwujudkan di lapangan. [][Liora Maheswari/PR/KK]