IKA Unpad Jawa Barat akan menggelar MUSPROV 2026 sebagai langkah awal pembentukan pengurus provinsi sekaligus ruang konsolidasi alumni lintas wilayah.
Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran [IKA Unpad] akan menggelar Musyawarah Provinsi [MUSPROV] IKA Unpad Jawa Barat 2026 pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kegiatan akan berlangsung di lingkungan Kampus Universitas Padjadjaran, Jalan Dipatiukur No. 35, Bandung. MUSPROV mengusung tema “Bersama Membangun, Menyatukan Alumni, Menguatkan Almamater.”
Forum tersebut menjadi langkah awal dalam proses inisiasi pembentukan Pengurus Provinsi IKA Unpad Jawa Barat. Melalui MUSPROV, aspirasi dan potensi alumni yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa Barat diharapkan dapat bertemu dalam ruang yang lebih terstruktur. Agenda forum juga diarahkan untuk membahas peran, struktur, dan langkah pembentukan organisasi alumni tingkat provinsi sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.
Ketua Pelaksana MUSPROV IKA Unpad Jawa Barat 2026, Lucky L. Hakim, menilai pembentukan organisasi bukan satu-satunya tujuan pertemuan tersebut. Menurutnya, ruang bersama yang mampu menghubungkan potensi alumni justru menjadi bagian yang lebih penting. “MUSPROV ini bukan semata-mata tentang membentuk sebuah struktur organisasi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membangun ruang bersama agar potensi alumni UNPAD di Jawa Barat dapat terhubung, bersinergi, dan memberikan kontribusi yang lebih besar,” ujarnya.
Baca Juga: NUNALUNA Membawa Pesan Beyond The Mask tentang Perjalanan Perempuan Menerima Diri
Menghubungkan Potensi Alumni yang Tersebar di Jawa Barat
Alumni UNPAD saat ini berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dunia usaha, profesi, hukum, teknologi, hingga kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Potensi tersebut tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat dan belum selalu berada dalam ruang koordinasi yang sama. Inisiasi pembentukan Pengurus Provinsi dipandang sebagai salah satu upaya untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarelemen alumni.
Langkah Jawa Barat juga mengikuti sejumlah wilayah lain yang telah lebih dahulu membentuk kepengurusan tingkat provinsi. IKA Unpad Banten, misalnya, pada Mei 2026 telah menetapkan Tubagus Iwan Ridwan sebagai Ketua Pengurus Provinsi periode 2026–2030. Musyawarah tersebut dihadiri pengurus daerah dari seluruh kabupaten dan kota di Banten.
MUSPROV Jawa Barat nantinya dijadwalkan memilih Ketua Umum, menyusun program kerja strategis, serta mengesahkan struktur organisasi. Pengurus pusat, perwakilan fakultas, dan alumni lintas generasi juga direncanakan hadir dalam kegiatan tersebut. Ketua Umum IKA Unpad, Dr. Ferry J. Juliantono, S.E.Ak., M.Si., menyebut pembentukan pengurus provinsi sebagai momentum penting untuk memperkuat solidaritas alumni.
“Belum pernah ada universitas yang maju tanpa alumni yang kuat. Dengan kepengurusan provinsi, koordinasi akan lebih terarah dan dampaknya lebih luas,” kata Ferry. Pernyataan tersebut menempatkan keberadaan organisasi alumni tidak hanya sebagai jaringan sosial selepas masa kuliah. Struktur di tingkat provinsi diharapkan dapat membuat potensi alumni lebih mudah dikoordinasikan dan diarahkan kepada kontribusi bersama.
Ketua Umum IKA Unpad Kota Bandung Dicky Wishnumulya Ristandi melihat tantangan utama justru berada pada bagaimana berbagai potensi alumni dapat saling terkoneksi. Alumni UNPAD, menurutnya, telah tersebar di banyak bidang dan mempunyai kapasitas yang beragam. MUSPROV karena itu dipandang sebagai salah satu langkah awal untuk membangun fondasi organisasi yang lebih kuat dan kolaboratif.
Baca Juga: Fakultas Farmasi Unpad Dorong Ekosistem Kosmetik, dari Laboratorium hingga Industri
MUSPROV Ditempatkan sebagai Forum Bersama
Dalam proses penyelenggaraannya, Organizing Committee [OC] bertugas menyiapkan kebutuhan MUSPROV. Panitia menegaskan bahwa keputusan substantif organisasi tidak berada di tangan OC, melainkan tetap menjadi kewenangan forum MUSPROV dan struktur organisasi IKA Unpad sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, proses pembentukan Pengurus Provinsi diarahkan sebagai keputusan bersama, bukan keputusan sepihak panitia.
Lucky menekankan bahwa peran OC adalah memastikan forum berlangsung tertib, transparan, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan. “OC tidak berada pada posisi untuk menentukan hasil MUSPROV. Tugas kami adalah menyiapkan forum agar prosesnya dapat berlangsung secara tertib, transparan, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya. Substansi dan keputusan organisasi, lanjutnya, tetap menjadi kewenangan forum sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Panitia juga menempatkan pembentukan kepengurusan bukan sebagai titik akhir proses. Fondasi organisasi yang mampu memperkuat jejaring alumni dan membuka ruang kolaborasi bagi almamater maupun masyarakat Jawa Barat menjadi sasaran yang ingin dibangun setelah MUSPROV berlangsung. Karena itu, tindak lanjut pasca-MUSPROV juga menjadi bagian dari rangkaian yang direncanakan.
Seluruh proses MUSPROV akan dikomunikasikan secara bertahap, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga tindak lanjut setelah forum selesai. Ruang kolaborasi nantinya direncanakan melibatkan alumni, almamater, dunia usaha, pemerintah, media, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Bagi panitia, ruang bersama itulah yang diharapkan membuat jejaring alumni tidak berhenti sebagai struktur, tetapi berkembang menjadi kemampuan untuk bergerak dan berkontribusi. [][Liora Maheswari/PR/KK]