Siswa SMK RISE dan SMK Cendekia Cirebon mengikuti kunjungan industri untuk mengenal penerapan ilmu kefarmasian, proses produksi kosmetik, serta pengendalian mutu.

Cuaca pagi di kawasan Bandung Raya yang agak gloomy tak menyurutkan semangat delapan siswi kelas XI dari SMKS RISE yang beralamat di Jl. Brigjen Dharsono No. 12B Bypass, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon saat melakukan kunjungan Industri ke Lunaray Beauty Factory [LBF]. Pabrik kosmetik yang ber-tagline “Where Science meets Beauty” ini memang acap menerima kunjungan industri dari sekolah-sekolah yang memiliki keterkaitan dengan farmasi dan industri kosmetik. 

Agenda kunjungan pada Rabu, 28 Oktober 2026 ini dirancang untuk memberikan gambaran mengenai lingkungan industri serta kompetensi yang dibutuhkan dalam bidang terkait. Ditemani enam guru pendamping, siswi-siswi dari jurusan Farmasi ini mengikuti penjelasan dari R. Wieke Wulandari Sukarno, S.IP., General Manager PT Lunaray Cahya Abadi [LCA], perusahaan yang menaungi LBF. Mereka juga tekun menyimak tayangan yang menjelaskan alur kerja di pabrik kosmetik, sesuatu yang akan jadi bekal pengetahuan mereka saat menghadapi dunia kerja nanti. 

Baca Juga: Kunjungan Industri ke LBF, 132 Siswa SMK Muhammadiyah 1 Pemalang Kenali Industri Kosmetik

Mengenal Proses Industri dari Pengembangan Produk hingga Pengawasan Mutu

Selain mengamati proses kerja di LBF, kedelapan siswi ini pun diajak untuk praktik membuat kosmetik dipandu dua personel Research & Development LBF. Dengan antusias, mereka mencampur bahan baku, memilih warna, dan mengemas liptint ke dalam botol.

“Pengalaman yang menarik buat siswa kami untuk mempelajari pembuatan sediaan kosmetik berbasis industri saat siswa bisa melakukan praktik langsung membuat liptint,” Jamroni, S.Pd.I., Kepala Sekolah SMKS RISE yang memimpin rombongan. 


Siswi-siswi SMKS RISE juga mengamati teknologi skin analyzer yang dikembangan LBF. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan untuk melawat ke Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta. 

Baca Juga: SMK Negeri 3 Metro Lampung Lakukan Kunjungan Industri ke Pabrik Kosmetik di Bandung

Mempertemukan Pendidikan Kejuruan dengan Kebutuhan Dunia Kerja

Siangnya, hujan mengguyur kawasan Nanjung Industrial Park, tempat pabrik LBF berdiri. Tetapi agenda kunjungan industri hari ini belum selesai, karena kali ini SMKS Cendekia yang juga dari Cirebon yang mendapat giliran. 

SMKS yang berlokasi di Jl. Pelandakan, Harjamukti, Kota Cirebon ini mengirimkan 18 siswa kelas XI jurusan farmasi, ditemani seorang guru pembimbing. Berbeda dengan SMKS RISE, rombongan siang ini melakukan room tour, mengenali dan mengamati proses dan alur produksi di pabrik. Sembari masuk ke sebagian ‘dapur’ LBF, mereka tak henti mengambil foto dan bertanya ini itu seputar produksi. 

Usai berkunjung ke ruangan produksi, mereka juga mencoba skin analyzer LBF. Karena jumlah siswa lebih banyak, mereka harus bergantian menjajal teknologi berbasis AI itu untuk mengetahui kondisi kulit wajah. 

“Seru, asik, kami jadi bisa mengetahui cara pembuatan makeup, juga skincare,” ujar Nadiroh, salah satu siswa. 


SMKS RISE dan SMKS Cendekia memiliki latar pendidikan kejuruan yang berkaitan dengan bidang kesehatan dan kefarmasian. “Kesamaan bidang tersebut menjadi konteks penting bagi kegiatan pengenalan industri kosmetik, yang memadukan pengetahuan bahan, proses pengolahan, pengujian, dan pengawasan mutu. Melalui kunjungan semacam ini, peserta didik berkesempatan memahami bagaimana pengetahuan yang mereka pelajari dapat berhubungan dengan pekerjaan di lingkungan industri,” ujar Wieke sembari menjelaskan tentang concern PT LCA terhadap edukasi dan kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal lingkungan kerja industri kosmetik dan melihat keterkaitan antara pembelajaran di sekolah dengan penerapannya dalam dunia usaha. Melalui kunjungan industri ke LBF, siswa SMKS RISE dan SMKS Cendekia Cirebon diharapkan memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai penerapan ilmu kesehatan dan kefarmasian dalam lingkungan industri kosmetik. Pembelajaran yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memahami pilihan karier, melanjutkan pendidikan, dan mempersiapkan kompetensi profesional. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya pengalaman belajar di luar kelas dalam mempertemukan pendidikan dengan praktik kerja yang sesungguhnya. [][Rudi Tenggarawan/KK]