Lunaray Beauty Factory dan Labcos akan hadir di Cosmobeauté Indonesia 2026 dengan membawa inovasi produk, sains kosmetik, AI, serta peluang kolaborasi industri.
Cosmobeauté Indonesia 2026 akan berlangsung pada 1–3 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Dalam perhelatan industri kecantikan tersebut, Lunaray Beauty Factory dan Labcos akan membawa pendekatan yang mempertemukan manufaktur, ilmu kosmetik, teknologi, dan pengembangan produk dalam satu rangkaian kegiatan.
Lunaray akan hadir di PPA Pavilion, Hall 5, Booth 5A06–5A08, setiap pukul 10.00–19.00 WIB. Melalui booth tersebut, pengunjung dapat mengeksplorasi Product Innovation, AI Cosmetic Industry, Beauty Scape, serta berbagai peluang kolaborasi bisnis dan pengembangan produk kosmetik.
Kehadiran tahun ini tidak hanya diarahkan untuk memperlihatkan kemampuan manufaktur. Lunaray membawa gagasan Beauty Science, Beauty Tech, dan Product Innovation sebagai bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada pelaku industri, pemilik brand, calon beautypreneur, maupun pengunjung yang ingin melihat perkembangan teknologi kecantikan lebih dekat.
Baca Juga: NUNALUNA Membawa Pesan Beyond The Mask tentang Perjalanan Perempuan Menerima Diri
Dari Bahan Lokal hingga AI untuk Pengembangan Produk
Perspektif sains akan dibawa melalui sesi From Local Resources to Science-Driven Beauty Innovation pada Kamis, 1 Oktober 2026 pukul 13.00–14.30 WIB di BeautéSpot, Hall 9. Diskusi akan bergerak dari potensi minyak ikan patin sebagai sumber daya lokal, Green Tea EGCG, hingga microbiome dan probiotic science sebagai wilayah baru pengembangan kosmetik.
Sesi tersebut menghadirkan Prof. Dr. Sugeng Heri Suseno, S.Pi., M.Si. untuk membahas potensi patin oil, Dr. apt. Naniek Widyaningrum, M.Sc. mengenai Green Tea EGCG, serta Prof. Dr. Keri Lestari, S.Si., Apt., M.Si. pada topik microbiome dan probiotik. Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. akan memoderatori diskusi yang mempertemukan sumber daya lokal dengan kebutuhan formulasi, teknologi farmasi, dan bukti ilmiah.
Sementara itu, Labcos akan membawa pembahasan AI melalui The AI Beauty Revolution: From Skin & Wellness Intelligence to Data-Driven Product Innovation pada Sabtu, 3 Oktober 2026 pukul 11.00–11.45 WIB, juga di BeautéSpot, Hall 9. Pembahasan tidak berhenti pada AI Skin Analysis, tetapi diperluas menuju Wellness Intelligence, Social & Marketplace Intelligence, serta Data-Driven Product Innovation.
Wendra Wilendra, M.MT. akan membawa perspektif brand, consumer, dan bisnis, Yusep Maulana, S.Kom., M.Kom. dari sisi AI, data, dan teknologi, serta apt. Yokaniza Rindiantika N., S.Farm. dari perspektif beauty dan ilmu kosmetik. Ketiganya akan membahas bagaimana data kulit, wellness, perilaku konsumen, percakapan sosial, serta dinamika marketplace dapat diterjemahkan menjadi insight yang membantu pengembangan produk.
Kedaikata sebelumnya juga pernah membahas perubahan tersebut melalui pertanyaan tentang apa yang terjadi ketika pengembangan produk kecantikan tidak lagi hanya berangkat dari asumsi. AI dapat mempertemukan berbagai sumber informasi, tetapi formulasi, keamanan, stabilitas, regulasi, validasi ilmiah, dan keputusan manusia tetap menjadi bagian yang tidak dapat dilewati.
Baca Juga: Ketika Produk Kecantikan Tak Lagi Dikembangkan hanya dari Asumsi Apa yang Berubah
Booth Menjadi Ruang Eksplorasi Produk, Bisnis, dan Teknologi
Di Hall 5, pendekatan tersebut diterjemahkan ke pengalaman yang lebih langsung. Pengunjung dapat melihat inovasi produk berbasis sains, mengetahui penerapan AI dalam industri kosmetik, mencoba pengalaman analisis kulit berbasis AI, hingga mengeksplorasi peluang membangun brand melalui Beauty Scape.
Melalui AI Skin Analyzer, misalnya, pengunjung dapat mengambil foto wajah untuk kemudian dianalisis berdasarkan sejumlah parameter visual kulit. Sistem tersebut mengubah data visual menjadi informasi yang dapat membantu pengguna memperoleh gambaran mengenai kondisi kulitnya, sekaligus menjadi contoh sederhana bagaimana data mulai masuk ke pengalaman kecantikan yang semakin personal.
Bagi calon pemilik brand, Lunaray juga menghadirkan Beauty Scape dengan konsep Start Small, Become a Beautypreneur. Program ini membuka jalur awal pengembangan brand melalui paket mulai Rp4.999.000, dengan dukungan pengembangan produk dan pendampingan yang diarahkan untuk membantu bisnis bertumbuh dari skala awal.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa keterlibatan Lunaray dan Labcos di Cosmobeauté Indonesia 2026 tidak hanya berupa kehadiran dalam pameran. Booth, pengalaman AI, pembahasan sumber daya lokal, hingga seminar tentang pemanfaatan data dirangkai untuk memperlihatkan bagaimana industri kecantikan bergerak semakin dekat dengan sains, teknologi, serta kebutuhan pasar yang terus berubah.
Cosmobeauté Indonesia 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Oktober 2026 di ICE BSD City. Lunaray Beauty Factory dapat ditemui di Hall 5, PPA Pavilion, Booth 5A06–5A08, sementara dua sesi pembahasan sains dan AI berlangsung di BeautéSpot, Hall 9. [][Liora Maheswari/PR/KK]
Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.