Saat masih sekolah atau kuliah, berteman terasa begitu mudah. Kini, setelah sama-sama dewasa, bertemu banyak orang bukan lagi persoalannya. Yang terasa sulit justru menemukan seseorang yang benar-benar bisa disebut sahabat.

Hampir setiap hari kita berinteraksi dengan orang lain. Ada rekan kerja, tetangga, sesama orangtua murid, hingga kenalan baru yang ditemui dalam berbagai kegiatan. Lingkaran sosial mungkin tidak kecil, tetapi kedekatan emosional yang dulu terasa begitu alami kini justru lebih sulit terbentuk.

Banyak orang menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar. Pertanyaannya, apakah memang semakin dewasa kita semakin sulit memiliki sahabat baru?

Baca Juga: Benarkah Waktu Terasa Makin Cepat Berlalu?

Kesempatan Bertemu Banyak Orang Tidak Selalu Berarti Lebih Mudah Berteman

Masa sekolah dan kuliah memberi banyak ruang bagi persahabatan untuk tumbuh. Kita menghabiskan waktu bersama hampir setiap hari, menghadapi pengalaman yang serupa, dan memiliki kesempatan berbincang tanpa harus membuat janji jauh-jauh hari.

Situasi itu berubah ketika memasuki usia dewasa. Kesibukan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan berbagai urusan lain membuat waktu luang menjadi semakin terbatas. Pertemuan dengan orang lain lebih sering memiliki tujuan tertentu, seperti rapat, pekerjaan, atau kegiatan komunitas. Tidak banyak ruang yang tersisa untuk membangun kedekatan secara perlahan.

Antropolog evolusi dari University of Oxford, Prof. Robin Dunbar, menjelaskan bahwa persahabatan tidak hanya dibangun oleh kesamaan minat, tetapi juga oleh waktu yang dihabiskan bersama secara konsisten. Semakin sering dua orang berbagi pengalaman dan percakapan, semakin besar peluang tumbuhnya rasa percaya.

Masalahnya, waktu menjadi sumber daya yang semakin langka ketika seseorang bertambah dewasa. Kita mungkin mengenal lebih banyak orang dibandingkan sebelumnya, tetapi kesempatan untuk benar-benar mengenal mereka justru semakin sedikit.

Selain itu, pengalaman hidup juga membuat kita lebih selektif. Kita tidak lagi mudah membuka diri kepada semua orang. Ada kehati-hatian yang muncul karena pernah dikecewakan, pernah kehilangan kepercayaan, atau sekadar memahami bahwa tidak semua hubungan harus berkembang menjadi persahabatan yang akrab.

Baca Juga: Seringkah Kita Mengulang Penjelasan yang Sama kepada Orang Berbeda?

Sahabat Baru Tetap Mungkin, Hanya Cara Terbentuknya Berbeda

Meski terasa lebih sulit, bukan berarti persahabatan baru tidak bisa tumbuh di usia dewasa. Hanya saja, prosesnya sering berlangsung lebih lambat.

Hubungan yang awalnya sekadar rekan kerja bisa berubah menjadi sahabat setelah bertahun-tahun saling membantu. Tetangga yang semula hanya saling menyapa dapat menjadi tempat berbagi cerita karena sering bertemu. Bahkan, seseorang yang dikenal melalui komunitas hobi dapat menjadi teman dekat karena memiliki pengalaman dan nilai hidup yang serupa.

Persahabatan di usia dewasa biasanya tidak lahir dari kebersamaan yang intens dalam waktu singkat. Ia tumbuh melalui kepercayaan yang dibangun sedikit demi sedikit. Ada percakapan yang semakin panjang, perhatian yang semakin tulus, dan kesediaan untuk hadir ketika salah satu sedang mengalami masa sulit.

Barangkali, yang berubah bukan kemampuan kita untuk berteman. Yang berubah adalah ritme kehidupan. Kesempatan bertemu memang masih ada, tetapi kesempatan untuk mengenal seseorang secara mendalam memerlukan usaha yang lebih sadar dibandingkan ketika kita masih muda.

Karena itulah, memiliki satu atau dua sahabat baru di usia dewasa sering kali terasa sangat berharga. Hubungan itu lahir bukan karena kebetulan berada di kelas yang sama atau duduk di bangku yang berdekatan, melainkan karena dua orang memilih untuk tetap menjaga hubungan di tengah kesibukan masing-masing.

Mungkin persahabatan memang tidak lagi datang semudah dulu. Akan tetapi, ketika akhirnya tumbuh, ia sering dibangun di atas saling memahami, saling menghargai, dan kesediaan untuk tetap hadir meski hidup terus berubah. Justru karena membutuhkan waktu dan perhatian, persahabatan yang lahir di usia dewasa sering menjadi salah satu hubungan yang paling bertahan lama. [][Vikalena Lasmoskwa/KK]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.