Penglihatan mulai terasa buram. Cahaya lampu kendaraan di malam hari tampak lebih menyilaukan dari biasanya.
Warna-warna yang dulu terlihat cerah kini seperti memudar. Banyak orang menganggap perubahan itu sebagai bagian wajar dari bertambahnya usia. Padahal, bisa jadi mata sedang mengalami katarak, salah satu gangguan penglihatan yang paling sering terjadi pada orang dewasa dan lanjut usia.
Katarak masih menjadi penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di berbagai negara. Namun kabar baiknya, kondisi ini termasuk yang paling dapat ditangani apabila dikenali dan diobati pada waktu yang tepat.
Sayangnya, tidak sedikit orang yang menunda memeriksakan mata karena mengira penglihatan buram hanyalah akibat faktor usia atau berharap katarak dapat hilang dengan obat tetes mata. Padahal, kenyataannya tidak demikian.
Baca Juga: Mengapa Tubuh Tidak Selalu Langsung Merasa Sakit?
Mengapa Katarak Terjadi?
Di dalam mata terdapat lensa bening yang berfungsi memfokuskan cahaya agar bayangan jatuh tepat di retina. Seiring bertambahnya usia, protein pada lensa dapat mengalami perubahan dan menggumpal sehingga lensa menjadi keruh. Kondisi inilah yang dikenal sebagai katarak.
Menurut American Academy of Ophthalmology [AAO], penuaan memang merupakan penyebab paling umum. Namun katarak juga dapat muncul lebih cepat pada orang yang menderita diabetes, sering terpapar sinar ultraviolet tanpa pelindung mata, merokok, menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, mengalami cedera mata, atau memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.
Gejalanya biasanya berkembang perlahan. Penglihatan menjadi berkabut, lebih sensitif terhadap cahaya, sulit melihat pada malam hari, warna tampak kurang tajam, atau sering merasa perlu mengganti ukuran kacamata. Karena prosesnya tidak terjadi secara mendadak, banyak orang baru menyadari adanya masalah ketika aktivitas sehari-hari mulai terganggu.
Organisasi Kesehatan Dunia [WHO] juga menyebutkan bahwa katarak masih menjadi salah satu penyebab utama kebutaan yang sebenarnya dapat diatasi melalui layanan kesehatan yang memadai.
Baca Juga: Sinyal Tubuh Sebelum Harus Cuci Darah
Benarkah Katarak Bisa Sembuh dengan Obat?
Salah satu mitos yang masih sering beredar adalah anggapan bahwa katarak dapat hilang dengan obat tetes mata atau ramuan tertentu. Hingga saat ini, bukti ilmiah belum menunjukkan adanya obat yang mampu mengembalikan lensa mata yang sudah keruh menjadi bening kembali.
Profesor Dr. David F. Chang, pakar bedah katarak dari Stanford University School of Medicine dan mantan Presiden American Society of Cataract and Refractive Surgery [ASCRS], menjelaskan bahwa terapi yang terbukti efektif untuk katarak adalah operasi. Dalam prosedur ini, lensa yang keruh diangkat dan diganti dengan lensa buatan yang jernih.
Operasi katarak termasuk salah satu prosedur bedah mata yang paling sering dilakukan di dunia dengan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi apabila dilakukan pada pasien yang sesuai. Dokter biasanya akan menyarankan operasi ketika katarak mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti membaca, mengemudi, bekerja, atau melakukan pekerjaan rumah.
Karena itu, yang terpenting bukan menunggu hingga penglihatan benar-benar hilang, melainkan berkonsultasi sejak gejala mulai terasa mengganggu.
Baca Juga: Benarkah Imunitas Bisa Turun dalam Semalam?
Menjaga Mata Sebelum Katarak Datang Lebih Cepat
Tidak semua kasus katarak dapat dicegah karena proses penuaan merupakan faktor alami. Namun beberapa kebiasaan dapat membantu menjaga kesehatan mata sekaligus mengurangi faktor risikonya.
Menggunakan kacamata hitam yang mampu melindungi dari sinar ultraviolet saat berada di luar ruangan, berhenti merokok, mengendalikan kadar gula darah bagi penderita diabetes, mengonsumsi makanan yang kaya buah dan sayuran, serta melakukan pemeriksaan mata secara berkala merupakan langkah sederhana yang dianjurkan banyak ahli.
Yang tidak kalah penting adalah tidak mengabaikan perubahan sekecil apa pun pada penglihatan. Mata sering memberikan sinyal secara perlahan, bukan tiba-tiba. Semakin cepat gangguan dikenali, semakin besar pula peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat sebelum kualitas hidup ikut menurun.
Penglihatan yang baik memungkinkan kita membaca, bekerja, menikmati wajah orang-orang tercinta, hingga menyaksikan berbagai momen sederhana dalam kehidupan. Karena itu, ketika dunia mulai tampak buram, jangan terburu-buru menganggapnya sebagai hal yang wajar akibat usia. Bisa jadi, mata sedang meminta perhatian. Dan kabar baiknya, katarak bukan akhir dari kemampuan melihat. Dengan pemeriksaan yang tepat dan penanganan yang sesuai, banyak orang dapat kembali menikmati dunia dengan lebih terang dan lebih jelas. [][Vikalena Lasmoskwa/KK]
Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.