Belakangan ini semakin banyak orang rutin membeli vitamin dan suplemen kesehatan. Ada yang meminum multivitamin setiap pagi, ada yang menambahkan collagen, magnesium, vitamin C, sampai immune booster agar tubuh tetap kuat menghadapi ritme hidup yang makin melelahkan. Namun di saat yang sama, banyak orang juga tidur terlalu larut hampir setiap hari.
Ada yang baru benar-benar memejamkan mata setelah tengah malam karena pekerjaan belum selesai. Ada yang terus scrolling media sosial sampai tubuhnya terlalu lelah untuk sadar. Ada juga yang merasa sudah menjaga kesehatan karena rutin minum vitamin, padahal waktu istirahatnya sendiri terus berantakan.
Fenomena ini menarik karena menunjukkan satu hal penting: manusia modern sering lebih mudah membeli suplemen dibanding memperbaiki ritme hidupnya sendiri.
Dokter spesialis tidur Dr. Matthew Walker menjelaskan bahwa tidur merupakan proses biologis penting yang tidak bisa digantikan suplemen apapun. Saat manusia tidur, tubuh melakukan pemulihan sistem imun, hormon, metabolisme, hingga fungsi otak yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh asupan tambahan. Mungkin itu sebabnya banyak orang tetap merasa lelah meski meja kamarnya penuh botol vitamin.
Baca Juga: Sering Dianggap Sepele, Sarapan Sebenarnya Menentukan Ritme Tubuh Seharian
Tubuh Manusia Tidak Dirancang untuk Terus Dipaksa Terjaga
Banyak orang sekarang hidup dalam ritme yang sebenarnya cukup keras untuk tubuh. Bangun pagi dengan energi minim, bekerja sepanjang hari, lalu malamnya masih terus menerima stimulasi dari layar, notifikasi, dan media sosial tanpa benar-benar berhenti. Akibatnya, tubuh jarang mendapatkan kesempatan istirahat yang benar-benar utuh.
Masalahnya, manusia modern sering mencoba 'menegosiasikan' rasa lelah itu dengan solusi cepat. Kurang tidur diganti kopi. Badan mulai drop ditambah vitamin. Konsentrasi menurun dicari energy drink atau suplemen tambahan.
Padahal tubuh sebenarnya tidak bekerja seperti mesin yang bisa terus dipaksa menyala tanpa konsekuensi. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat memengaruhi banyak hal sekaligus. Sebut saja soal konsentrasi, kestabilan emosi, metabolisme, daya tahan tubuh, bahkan kesehatan jantung.
Namun, karena efeknya datang perlahan, banyak orang merasa dirinya masih baik-baik saja selama masih bisa bangun pagi dan menjalani aktivitas seperti biasa.
Profesor neurologi Dr. Eve Van Cauter menjelaskan bahwa gangguan tidur kronis dapat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh dan meningkatkan risiko kelelahan berkepanjangan. Ketika tubuh terus kehilangan waktu pemulihan, kemampuan biologis manusia untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental ikut menurun. Ironisnya, banyak orang baru benar-benar menyadari pentingnya tidur setelah tubuh mulai memberi sinyal lebih serius.
Baca Juga: Cuaca Panas Bikin Orang Cepat Emosi, Tubuh Kita Sebenarnya Lagi Apa?
Vitamin Bisa Membantu Tubuh, Tapi Tidak Bisa Menggantikan Istirahat
Vitamin dan suplemen tentu bukan sesuatu yang buruk. Dalam kondisi tertentu, tubuh memang membutuhkan tambahan nutrisi untuk membantu menjaga fungsi kesehatan tetap optimal. Namun masalah muncul ketika vitamin mulai diperlakukan seperti pengganti gaya hidup sehat.
Fenomena ini cukup umum di kehidupan modern sekarang. Orang merasa sudah 'menjaga badan' karena rutin minum suplemen, padahal pola tidurnya kacau, stresnya tinggi, dan tubuhnya hampir tidak pernah benar-benar beristirahat dari stimulasi digital.
Padahal tidur memiliki fungsi yang jauh lebih mendasar dibanding sekadar membuat tubuh tidak mengantuk keesokan harinya.
Saat tidur, tubuh memperbaiki jaringan, menyeimbangkan hormon, memproses memori, dan memulihkan sistem saraf yang bekerja terus sepanjang hari. Ketika proses itu terganggu terus-menerus, tubuh perlahan kehilangan ritme alaminya.
Pakar kesehatan tidur Dr. Phyllis Zee menjelaskan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat mengurangi efektivitas berbagai proses pemulihan biologis dalam tubuh, termasuk metabolisme dan sistem imun. Itu sebabnya tubuh tetap bisa terasa lelah meski seseorang merasa sudah mengonsumsi cukup banyak suplemen kesehatan.
Mungkin itu sebabnya tubuh manusia sebenarnya tidak selalu meminta hal yang rumit. Kadang sebelum diberi vitamin tambahan, ia hanya ingin diberi kesempatan untuk benar-benar berhenti sejenak dan beristirahat dengan layak. Tidak semua kelelahan bisa diselesaikan dengan kapsul dan suplemen. Ada lelah yang memang hanya bisa dipulihkan oleh tidur yang cukup dan hidup yang sedikit lebih pelan. [][Vikalena Lasmoskwa/KK]
Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.