Banyak orang melihat angka VO₂max di smartwatch tanpa benar-benar memahami artinya. Padahal, angka ini dapat memberi gambaran penting tentang kebugaran jantung dan paru-paru.

Jam tangan pintar kini bukan lagi sekadar penunjuk waktu. Banyak perangkat mampu merekam detak jantung, kualitas tidur, jumlah langkah, hingga menampilkan angka yang mungkin terdengar asing bagi sebagian orang: VO₂max.

Sebagian orang mengabaikannya karena merasa itu hanya penting bagi atlet. Sebagian lagi justru penasaran ketika aplikasi kesehatan memberi tahu bahwa nilai VO₂max mereka berada di bawah rata-rata. Pertanyaannya, apa sebenarnya yang diukur oleh angka ini?

VO₂max adalah ukuran kemampuan tubuh menggunakan oksigen saat melakukan aktivitas fisik yang intens. Angka ini menggambarkan seberapa baik paru-paru mengambil oksigen, jantung memompanya ke seluruh tubuh, dan otot memanfaatkannya sebagai sumber energi. Dengan kata lain, VO₂max bukan hanya berbicara tentang seberapa kuat seseorang berlari, tetapi juga tentang seberapa efisien tubuh bekerja ketika menghadapi aktivitas yang membutuhkan tenaga.

Baca Juga: Tidak Semua Gerakan Bisa Dikendalikan, Mengenal Tourette Syndrome dengan Lebih Manusiawi

VO₂max Tidak Hanya Berkaitan dengan Olahraga

Selama bertahun-tahun, VO₂max lebih sering dibahas dalam dunia olahraga. Atlet lari, pesepeda, hingga perenang menggunakan ukuran ini untuk menilai tingkat kebugaran dan merancang program latihan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, para ahli kesehatan mulai memandang VO₂max sebagai salah satu indikator penting kondisi tubuh secara keseluruhan.

Ahli fisiologi olahraga Dr. Kenneth H. Cooper, yang dikenal sebagai pelopor konsep kebugaran aerobik, telah lama menjelaskan bahwa kemampuan tubuh memanfaatkan oksigen berkaitan erat dengan kesehatan jantung dan daya tahan fisik. Gagasan tersebut kemudian diperkuat oleh berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa kebugaran kardiorespirasi yang baik berhubungan dengan risiko yang lebih rendah terhadap penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan berbagai penyakit kronis lainnya.

Sebuah pernyataan ilmiah dari American Heart Association pada 2016 bahkan menyebut kebugaran kardiorespirasi sebagai salah satu indikator kesehatan yang layak dipertimbangkan dalam praktik klinis karena memiliki hubungan yang kuat dengan kesehatan dan harapan hidup seseorang.

Meski demikian, VO₂max bukanlah angka yang berdiri sendiri. Nilainya dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, kebiasaan berolahraga, hingga faktor genetik. Karena itu, angka VO₂max setiap orang bisa berbeda tanpa serta-merta menunjukkan bahwa seseorang lebih sehat atau lebih tidak sehat dibanding orang lain.

Baca Juga: Tubuh Sering Memberi Tanda Kecil Sebelum Jatuh Sakit. Mengapa Kita Sering Mengabaikannya?

Angka yang Lebih Penting Bukan Selalu yang Paling Tinggi

Melihat nilai VO₂max yang tidak sesuai harapan sering membuat sebagian orang khawatir. Padahal, tujuan utama mengetahui angka ini bukan untuk berlomba mencapai skor setinggi atlet profesional.

Yang jauh lebih penting adalah melihat perkembangannya dari waktu ke waktu. Jika seseorang mulai rutin berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau melakukan latihan aerobik sesuai kemampuannya, peningkatan VO₂max meski tidak terlalu besar tetap menunjukkan bahwa tubuh sedang beradaptasi menjadi lebih efisien dalam menggunakan oksigen.

Sebaliknya, gaya hidup yang minim aktivitas fisik dapat membuat kemampuan tersebut perlahan menurun. Akibatnya, aktivitas sederhana seperti naik tangga, berjalan agak cepat, atau membawa barang belanjaan terasa lebih melelahkan daripada sebelumnya.

Karena itulah, banyak dokter tidak hanya menyarankan pasien untuk menjaga berat badan, tetapi juga mempertahankan kebugaran kardiorespirasi melalui aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten. Tubuh tidak membutuhkan latihan yang sempurna setiap hari. Yang lebih penting adalah kebiasaan bergerak yang terus dipelihara.

Barangkali, VO₂max mengingatkan kita bahwa kesehatan bukan hanya soal angka di timbangan atau hasil pemeriksaan laboratorium. Ada kemampuan tubuh yang bekerja diam-diam setiap hari, memastikan setiap tarikan napas dapat diubah menjadi energi untuk menjalani berbagai aktivitas. Ketika smartwatch menampilkan angka VO₂max, mungkin ia bukan sekadar memberikan data. Ia sedang mengajak kita melihat bagaimana jantung, paru-paru, dan tubuh bekerja sama menjaga kualitas hidup, bahkan saat kita jarang menyadarinya. [][Vikalena Lasmoskwa/KK]

Penulisan dan riset artikel ini dibantu AI serta telah melalui proses kurasi Redaksi.