Pernah tanpa sengaja menghabiskan waktu melihat akun media sosial seseorang yang bahkan tidak terlalu dikenal? Atau menonton video "sehari dalam hidup saya", mengikuti kabar seorang selebritas, penasaran dengan rumah orang lain, dan diam-diam menikmati cerita tentang kehidupan yang sama sekali berbeda dari milik kita?
Jika pernah, Anda tidak sendirian. Rasa ingin tahu terhadap kehidupan orang lain ternyata jauh lebih umum daripada yang kita kira.
Setiap hari, jutaan orang menyaksikan potongan kehidupan orang lain melalui layar ponsel. Ada yang ingin tahu bagaimana rutinitas seorang pekerja kantoran di Jepang, seperti apa rumah mungil di Korea Selatan, bagaimana rasanya hidup di pedesaan Eropa, atau bagaimana seseorang mengatur keuangannya. Bahkan, video sederhana tentang orang memasak di rumah atau membereskan kamar bisa ditonton jutaan kali.
Fenomena ini sering dianggap sebagai bentuk rasa kepo atau kebiasaan mencampuri urusan orang lain. Padahal, persoalannya tidak sesederhana itu. Sejak dulu, manusia memang memiliki ketertarikan terhadap kehidupan sesamanya. Yang berubah hanyalah medianya.
Dahulu, kita mengenal kehidupan orang lain melalui obrolan dengan tetangga, membaca kisah tokoh di majalah, atau mendengar cerita dari teman. Kini, internet membuat jendela itu terbuka lebih lebar. Kita dapat mengintip kehidupan hampir siapa saja, kapan saja, dari mana saja.
Pertanyaannya, apa sebenarnya yang kita cari ketika melihat kehidupan orang lain?
Baca Juga: Whistleblower atau Pelanggar? Di Mana Batasnya?
Kita Sering Sedang Membandingkan Diri Sendiri
Psikolog sosial Prof. Leon Festinger menjelaskan bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk memahami dirinya dengan cara membandingkan diri dengan orang lain. Melalui perbandingan itulah kita mencoba mengetahui posisi kita di tengah lingkungan sosial.
Karena itu, ketika melihat kehidupan orang lain, yang sering terjadi bukan sekadar rasa ingin tahu. Kita diam-diam sedang melakukan penilaian terhadap diri sendiri. Kita melihat orang yang tampak lebih berhasil, lebih sederhana, lebih bahagia, atau lebih berani mengambil keputusan hidup tertentu. Dari sana, kita mulai bertanya dalam hati, "Bagaimana dengan hidup saya?"
Tidak semua perbandingan itu buruk. Dalam beberapa keadaan, melihat orang lain justru dapat memberikan inspirasi. Kita menemukan ide baru, cara pandang baru, atau bahkan keberanian untuk mencoba sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.
Namun, perbandingan juga memiliki sisi yang perlu diwaspadai. Potongan kehidupan yang kita lihat di media sosial tidak selalu menggambarkan kenyataan secara utuh. Yang terlihat sering kali hanyalah momen terbaik, bagian yang paling menarik, atau sisi yang memang ingin ditampilkan kepada publik.
Ketika kita lupa bahwa setiap kehidupan memiliki cerita yang tidak selalu tampak di layar, rasa ingin tahu bisa berubah menjadi perasaan tidak puas terhadap diri sendiri.
Baca Juga: Grup Tertutup, Tapi Kenapa Dampaknya Terbuka?
Kehidupan Orang Lain Sering Menjadi Katalog Kemungkinan
Ada alasan lain yang membuat manusia senang melihat kehidupan orang lain. Kita ingin mengetahui kemungkinan-kemungkinan hidup yang belum pernah kita jalani.
Seseorang mungkin senang menonton video orang yang tinggal di desa, meskipun tidak berniat pindah dari kota. Ada yang menikmati tayangan tentang kehidupan keluarga dengan anak banyak, padahal dirinya belum berkeluarga. Ada pula yang gemar mengikuti cerita orang yang tinggal di negara lain, meski tidak memiliki rencana untuk menetap di sana.
Ketertarikan itu muncul karena manusia memiliki imajinasi tentang berbagai bentuk kehidupan yang mungkin dijalani. Kehidupan orang lain menjadi semacam jendela yang memperlihatkan bahwa ada banyak cara untuk menjalani hidup.
Kita tidak selalu ingin menjadi seperti mereka. Kadang-kadang, kita hanya ingin tahu bahwa pilihan itu ada.
Barangkali karena itulah video-video sederhana tentang keseharian orang lain bisa terasa begitu menarik. Kita tidak sedang mencari gosip. Kita sedang melihat kemungkinan. Kita sedang mengumpulkan cerita, pengalaman, dan cara hidup yang berbeda untuk membantu memahami dunia yang lebih luas.
Mungkin sesekali kita memang suka mengintip kehidupan orang lain. Kebiasaan itu tidak otomatis membuat kita terlalu ingin tahu atau gemar mencampuri urusan orang. Ia bisa menjadi bagian dari rasa ingin tahu yang sangat manusiawi. Namun, setelah melihat begitu banyak cara orang lain menjalani hidupnya, ada satu pertanyaan yang tetap penting untuk diajukan kepada diri sendiri: kehidupan seperti apa yang sebenarnya ingin kita jalani? [][Adrian Damar/KK]
Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.