Banyak orang sekarang merasa tubuhnya cepat lelah meski aktivitas fisiknya sebenarnya tidak terlalu berat. Bahkan ada yang lebih sering duduk, tetapi tetap merasa energinya habis sejak siang hari.
Fenomena ini semakin sering dirasakan terutama oleh orang-orang yang sehari-harinya bekerja di depan layar. Secara fisik tubuh mungkin tidak banyak bergerak, tetapi pikiran terus dipaksa aktif hampir tanpa jeda. Notifikasi datang terus-menerus, perhatian berpindah cepat dari satu hal ke hal lain, lalu malamnya otak masih sulit benar-benar tenang.
Akibatnya, tubuh tetap merasa lelah meski tidak mengalami aktivitas fisik berat seperti bekerja lapangan atau olahraga intens. Banyak orang akhirnya bingung karena merasa dirinya ‘tidak ngapa-ngapain’, tetapi energi mental dan emosionalnya sebenarnya terkuras cukup besar setiap hari.
Dokter spesialis kesehatan tidur Dr. Matthew Walker pernah menjelaskan bahwa kelelahan tidak selalu muncul karena tubuh terlalu banyak bergerak. Kurang tidur berkualitas, stres berkepanjangan, beban mental, dan distraksi digital yang terus aktif juga bisa membuat tubuh mengalami rasa lelah yang nyata meski aktivitas fisik relatif rendah.
Mungkin itu sebabnya sekarang banyak orang merasa capek terus meski kesehariannya lebih banyak duduk dibanding bergerak.
Baca Juga: Minum Vitamin Setiap Hari, Tapi Tidur Tetap Berantakan?
Otak Modern Jarang Benar-Benar Beristirahat
Kalau diperhatikan, kehidupan sekarang membuat manusia hampir tidak pernah benar-benar berhenti menerima stimulasi. Ketika bangun tidur, banyak orang langsung melihat ponsel. Saat bekerja, perhatian terus berpindah antara pesan, media sosial, pekerjaan, video pendek, dan berbagai informasi lain yang datang hampir bersamaan.
Padahal otak manusia tidak dirancang untuk terus memproses begitu banyak rangsangan tanpa jeda. Ketika perhatian terus dipakai sepanjang hari, tubuh perlahan ikut merasakan kelelahan meski secara fisik tidak banyak bergerak. Karena itu, rasa capek modern sering lebih dekat dengan kelelahan mental dibanding sekadar lelah otot.
Ada juga kebiasaan lain yang tanpa sadar ikut memperburuk kondisi tubuh. Banyak orang tidur terlalu malam karena sulit lepas dari layar, jarang mendapat sinar matahari pagi, kurang bergerak, atau makan secara tidak teratur akibat ritme hidup yang terlalu sibuk. Kombinasi hal-hal kecil seperti itu akhirnya membuat tubuh terasa lesu hampir setiap hari.
Profesor neurologi Dr. Andrew Huberman pernah menyoroti bahwa tubuh manusia membutuhkan ritme biologis yang stabil agar energi tetap terjaga. Paparan cahaya alami, tidur cukup, gerakan fisik ringan, dan jeda dari stimulasi digital memiliki pengaruh besar terhadap kondisi energi tubuh sehari-hari.
Dan mungkin masalahnya bukan karena manusia modern terlalu banyak bergerak. Bisa jadi justru karena tubuh dipaksa terus siaga secara mental tanpa pernah diberi kesempatan benar-benar pulih.
Baca Juga: Sering Dianggap Sepele, Sarapan Sebenarnya Menentukan Ritme Tubuh Seharian
Kadang Tubuh Tidak Lelah Bergerak, Tapi Lelah Menanggung Banyak Hal Sekaligus
Menariknya, rasa lelah sekarang juga sering berkaitan dengan tekanan emosional yang terus dibawa diam-diam setiap hari. Banyak orang terlihat baik-baik saja dari luar, tetapi pikirannya terus dipenuhi kekhawatiran soal pekerjaan, masa depan, kondisi ekonomi, hubungan sosial, atau tuntutan hidup yang terasa tidak pernah selesai.
Ketika beban seperti itu berlangsung terlalu lama, tubuh bisa ikut merespons seolah sedang menghadapi ancaman terus-menerus. Detak jantung lebih tegang, kualitas tidur menurun, pikiran sulit rileks, dan energi terasa cepat habis bahkan sejak pagi. Karena itu, kelelahan modern sering tidak bisa diselesaikan hanya dengan tidur lebih lama satu malam.
Ada orang yang sebenarnya tidak kekurangan waktu istirahat, tetapi tetap merasa tidak segar ketika bangun pagi. Ada juga yang terus merasa lelah karena hidupnya terlalu penuh oleh tekanan kecil yang tidak pernah benar-benar selesai diproses secara emosional.
Psikolog kesehatan Dr. Kelly McGonigal pernah membahas bahwa stres kronis dapat memengaruhi energi tubuh secara signifikan meski seseorang tidak melakukan aktivitas fisik berat. Ketika tubuh terlalu lama berada dalam kondisi siaga emosional, sistem biologis manusia perlahan ikut mengalami kelelahan yang nyata.
Mungkin itu sebabnya banyak orang sekarang merasa tubuhnya capek terus tanpa tahu penyebab pastinya. Karena di era modern, manusia tidak selalu lelah karena terlalu banyak berjalan. Kadang tubuh terasa habis hanya karena pikiran dan emosinya terlalu lama dipaksa bertahan setiap hari. [][Vikalena Lasmoskwa/KK]
Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.