Tubuh terasa mudah lelah, suasana hati menurun tanpa sebab jelas, dan nyeri otot datang pergi meski tidak sedang berolahraga berat. Gejala-gejala ini kerap dianggap sepele. Padahal, bisa jadi tubuh sedang memberi sinyal kekurangan vitamin D.

Vitamin D dikenal sebagai ‘vitamin sinar matahari’ karena tubuh memproduksinya saat kulit terpapar cahaya matahari. Perannya tidak hanya untuk kesehatan tulang, tetapi juga sistem imun, fungsi otot, hingga suasana hati.

Sayangnya, kekurangan vitamin D cukup sering terjadi, bahkan di negara tropis sekalipun. Pola hidup modern yang lebih banyak di dalam ruangan membuat paparan sinar matahari alami semakin terbatas.

Kondisi ini sering tidak disadari karena gejalanya muncul perlahan dan tampak umum. Padahal, jika dibiarkan, defisiensi vitamin D dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.

Baca Juga: Sering Merasa Lelah Meski Sudah Tidur, Apa Penyebabnya?

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Salah satu tanda paling umum adalah mudah lelah dan merasa tidak bertenaga. Tubuh terasa berat meski aktivitas tidak terlalu padat. Rasa lelah ini sering disalahartikan sebagai kurang tidur atau stres biasa.

Nyeri otot dan sendi juga dapat menjadi indikator. Vitamin D berperan dalam fungsi otot dan penyerapan kalsium. Ketika kadarnya rendah, tubuh bisa terasa pegal lebih lama dari biasanya.

Perubahan suasana hati, termasuk perasaan murung atau mudah cemas, turut dikaitkan dengan rendahnya kadar vitamin D. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara defisiensi vitamin D dan risiko gangguan mood.

Dikutip dari media kesehatan Harvard Health Publishing, vitamin D berperan penting dalam menjaga fungsi sistem imun dan kesehatan tulang. Kekurangan jangka panjang dapat meningkatkan risiko pengeroposan tulang dan infeksi berulang.

Pada anak-anak, kekurangan vitamin D bisa berdampak pada pertumbuhan tulang. Sementara pada orang dewasa, risiko osteoporosis dan tulang rapuh menjadi lebih tinggi jika kondisi ini tidak ditangani.

Baca Juga: Kenapa Asam Lambung Mudah Naik Saat Stres?

Penyebab Tubuh Kekurangan Vitamin D

Paparan sinar matahari yang minim menjadi penyebab utama. Aktivitas di dalam ruangan, penggunaan tabir surya berlebihan tanpa waktu paparan yang cukup, serta kebiasaan menghindari matahari membuat produksi vitamin D berkurang.

Faktor usia juga berpengaruh. Seiring bertambahnya usia, kemampuan kulit memproduksi vitamin D menurun. Kondisi medis tertentu seperti gangguan penyerapan di saluran cerna juga dapat menghambat penyerapan nutrisi ini.

Pola makan yang kurang mengandung sumber vitamin D turut memperburuk keadaan. Ikan berlemak, telur, dan produk fortifikasi sering kali tidak dikonsumsi secara rutin dalam menu harian.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia [WHO], paparan sinar matahari dalam durasi aman dan pola makan seimbang menjadi kunci menjaga kadar vitamin D tetap optimal. Jika diperlukan, pemeriksaan kadar vitamin D melalui tes darah dapat membantu memastikan kondisi tubuh.

Menjaga keseimbangan vitamin D bukan hanya tentang kesehatan tulang, tetapi juga tentang menjaga daya tahan tubuh dan energi harian tetap stabil. Ketika gejala terasa berulang dan tidak membaik, konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah bijak untuk memastikan penyebabnya. [][Vikalena Lasmoskwa/KK]

[penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi]