Setiap sore aroma gorengan kembali menyeruak. Kolak dan es buah setia di meja makan. Lalu diam-diam muncul rasa ingin mencoba yang berbeda.

Ramadan selalu punya menu andalan. Di Indonesia, takjil manis dan gorengan seolah sudah menjadi ritual pembuka. Namun jika setiap hari menunya serupa, lidah pun bisa merasa jenuh. Padahal, tradisi berbuka di berbagai belahan dunia menyimpan ragam rasa yang menarik dan relatif mudah dibuat di rumah.

Menjelajahi kuliner berbuka dari negara lain bukan berarti meninggalkan identitas sendiri. Justru, ini cara menyegarkan pengalaman berpuasa tanpa harus repot mencari bahan yang sulit ditemukan.

Beberapa hidangan internasional bahkan menggunakan bahan sederhana yang akrab di dapur kita.

Baca Juga: Gorengan Saat Berbuka Puasa, Nikmatnya Dapat, Sehatnya Jangan Lewat

Inspirasi Menu Berbuka dari Berbagai Negara

Dari Turki, ada lentil soup atau sup kacang merah yang lembut dan hangat. Sup ini biasanya menjadi pembuka saat iftar. Cara membuatnya sederhana: tumis bawang putih dan bawang bombay, masukkan kacang merah atau lentil, tambahkan kaldu dan sedikit rempah seperti jintan. Rebus hingga empuk lalu haluskan. Hangat dan menenangkan setelah seharian berpuasa.

Di Timur Tengah, samosa sering hadir di meja berbuka. Kulitnya renyah dengan isi daging atau sayuran berbumbu. Versi rumahan bisa dibuat dengan kulit lumpia yang mudah ditemukan, diisi tumisan kentang, wortel, dan sedikit kari bubuk, lalu digoreng hingga keemasan.

Dari Pakistan dan India, ada fruit chaat, salad buah segar dengan taburan sedikit garam dan perasan jeruk nipis. Rasanya segar dengan sentuhan manis-asam yang membantu tubuh kembali terhidrasi.

Sementara dari Maroko, ada chebakia, camilan manis berbentuk anyaman yang digoreng dan dilumuri madu serta wijen. Versi sederhananya bisa dibuat dengan adonan tepung, sedikit kayu manis, lalu digoreng dan disiram madu hangat.

Baca Juga: Dodol China, Manisnya Tradisi di Meja Imlek

Cara Mengadaptasi Menu Dunia agar Tetap Praktis

Tidak semua resep harus dibuat persis seperti aslinya. Kuncinya adalah memahami cita rasa dasar, lalu menyesuaikannya dengan bahan lokal. Lentil bisa diganti kacang merah, rempah impor bisa disiasati dengan bumbu dapur yang tersedia.

Pilih menu yang tidak terlalu berat untuk pembuka. Sup hangat, salad buah, atau camilan panggang bisa menjadi alternatif sebelum menyantap hidangan utama.

Perhatikan keseimbangan nutrisi. Jangan hanya tergoda pada makanan manis atau gorengan khas luar negeri. Kombinasikan protein, serat, dan cairan agar tubuh tetap bertenaga hingga sahur.

Mencoba menu berbuka dari berbagai negara juga bisa menjadi pengalaman keluarga yang menyenangkan. Setiap hari terasa seperti perjalanan rasa kecil-kecilan tanpa harus meninggalkan rumah.

Berbuka puasa tidak harus selalu tentang kebiasaan lama. Sedikit eksplorasi bisa membuat momen sederhana terasa lebih hidup, sekaligus memperkaya wawasan kuliner kita. [][Rommy Rimbarawa/KK]

[penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi]