NUNALUNA resmi diperkenalkan melalui sebuah peluncuran yang tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga membawa cerita tentang penerimaan, perawatan, dan keberanian perempuan menjadi dirinya sendiri.

Brand kosmetik baru NUNALUNA menggelar Grand Launching akhir pekan lalu di Hotel Sutan Raja, Kabupaten Soreang, Jawa Barat. Mengusung konsep Beyond The Mask, acara tersebut memperkenalkan identitas NUNALUNA, filosofi yang dibawanya, komunitas yang tumbuh bersama brand, serta empat produk yang menjadi bagian awal perjalanannya di industri kecantikan.

Peluncuran tersebut dihadiri peserta dari berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, Purbalingga, Medan, hingga sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa. Sejumlah tamu undangan turut hadir, di antaranya Direktur dan Komisaris PT Dian Indah Abadi Ir. Ahmad Badar Adikusumah, M.M. beserta istri; Komisaris PT Dian Indah Abadi Candra Razaka Wilendraputra, S.T.; Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. dan Prof. Dr. apt. Sriwidodo, M.Si. sebagai researcher Labcos; serta Anisa, S.E., S.H., S.I.K., M.M., C.P.H.R., Kanit 1 Subdit 2 Harda Ditreskrimum Polda Jabar.


Ailuna dan Dealuna Raika sebagai brand owner NUNALUNA hadir bersama Sonya Fatmala dan Hengky Kurniawan yang diperkenalkan sebagai co-owner. Kehadiran mereka sekaligus menandai perjalanan NUNALUNA yang sejak awal tidak hanya dibangun melalui produk, tetapi juga keterlibatan komunitas dan para member yang membersamai pertumbuhan brand.

Baca Juga: Skincare Sudah Semakin Personal, Kenapa Kita Masih Mudah Mengikuti Rutinitas Orang Lain?

Beyond The Mask dan Komunitas yang Tumbuh Bersama


Konsep Beyond The Mask membawa perjalanan yang disusun melalui lima tahapan, yakni story, emotion, transformation, product reveal, dan celebration. NUNALUNA menggunakan metafora ‘topeng’ untuk menggambarkan fase ketika seseorang menyembunyikan bagian tertentu dari dirinya, sebelum bergerak menuju proses menerima, merawat, dan menemukan kembali kepercayaan terhadap diri sendiri.

Pesan tersebut menjadi dasar NUNALUNA untuk menempatkan perawatan kulit sebagai bagian dari perjalanan yang lebih luas daripada persoalan penampilan. Melalui rangkaian storytelling, pengalaman visual, perjalanan emosional, sesi Beyond The Mask, transformasi, hingga pengungkapan produk, para tamu diajak mengikuti cerita yang dibangun sejak awal hingga puncak peluncuran.

Ailuna mengatakan NUNALUNA sejak awal turut membangun jaringan pra-member sebagai ruang untuk tumbuh bersama secara sehat. Menurutnya, hubungan tersebut tidak semata diarahkan untuk memperbesar komunitas, tetapi juga membangun rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga nama NUNALUNA bersama-sama. Semangat itu menjadi salah satu fondasi yang ingin dipertahankan seiring berkembangnya brand.

Perjalanan komunitas tersebut turut mendapat tempat dalam Grand Launching. Sebanyak 11 Owner’s Assistant yang telah membersamai NUNALUNA sejak awal hingga peluncuran mendapatkan penghargaan berupa pin eksklusif. Apresiasi tersebut menjadi penanda keterlibatan orang-orang yang ikut membangun perjalanan brand sebelum NUNALUNA diperkenalkan secara lebih luas kepada publik.

NUNALUNA juga mengumumkan sejumlah program reward bagi member. Acara memuat pengumuman perjalanan Thailand yang telah dilaksanakan, disusul penerima reward menuju Karimun Jawa, Korea Selatan, dan Umrah. Program tersebut menjadi bagian dari apresiasi kepada jaringan yang bertumbuh bersama NUNALUNA.

Baca Juga: Tidak Semua Merek Kosmetik Memiliki Pabrik Sendiri. Lalu Siapa yang Membuat Produknya?

Empat Produk Diperkenalkan dalam Grand Launching


Bersamaan dengan peluncuran brand, NUNALUNA memperkenalkan empat produk secara resmi. Tiga di antaranya merupakan NUNALUNA Tone Up Barrier Day Cream yang tersedia dalam pilihan Light, Ivory, dan Warm, sedangkan satu produk lainnya adalah NUNALUNA Hydra Lock Spray.

Pengembangan Tone Up Barrier Day Cream juga melibatkan Sonya Fatmala. Kolaborasi tersebut membawa sosok perempuan yang menjalani beberapa peran sekaligus sebagai perempuan, istri, ibu, dan perempuan karier sebagai salah satu inspirasi pengembangan produk. Tiga pilihan warnanya kemudian dirancang untuk mewakili spektrum warna kulit perempuan Indonesia, dari kulit eksotis hingga cerah, sekaligus karakter berbeda yang ingin dihadirkan melalui masing-masing pilihan.

Program khusus juga disiapkan untuk produk hasil kolaborasi tersebut. NUNALUNA memperkenalkan target pemesanan dengan jenjang 50 menuju Ciwidey, 500 menuju Bali, hingga 3.000 menuju Eropa. Momentum live order turut menjadi bagian dari acara, termasuk kesempatan khusus bagi pemesanan 3.000 pcs untuk mengikuti private gala dinner bersama Ailuna, Dealuna, Sonya Fatmala, dan Hengky Kurniawan di Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat.

Rangkaian acara kemudian bergerak dari pengenalan produk menuju perayaan bersama para member dan undangan. Selain program perjalanan, NUNALUNA menggelar pengundian hadiah bagi seluruh member yang hadir. Hadiah ketiga berupa telepon seluler, hadiah kedua berupa televisi, sementara hadiah utama yang diperebutkan adalah satu unit sepeda motor.

Peluncuran NUNALUNA dengan demikian tidak hanya menjadi momentum memperkenalkan empat produk kepada publik. Beyond The Mask digunakan untuk merangkai identitas brand, cerita tentang perempuan, keterlibatan co-owner, hingga komunitas yang telah tumbuh sebelum peluncuran resmi berlangsung. NUNALUNA ingin membawa hubungan tersebut terus berkembang bersama perjalanan brand setelah panggung Grand Launching berakhir.

Bagi Ailuna dan Dealuna, langkah tersebut sekaligus menjadi awal untuk membawa NUNALUNA kepada lebih banyak perempuan tanpa meninggalkan komunitas yang telah membersamainya sejak awal. Dari produk, kolaborasi, hingga program apresiasi, NUNALUNA menempatkan pertumbuhan brand sebagai perjalanan yang ingin dijalani bersama, dengan semangat menerima, merawat, dan memberikan ruang kepada setiap perempuan untuk menampilkan dirinya tanpa harus bersembunyi di balik ‘topeng’. [][Eva Evilia dan Alifia Nabila/PR/KK]