Banyak orang mengira stres selalu harus diatasi dengan cara besar. Liburan jauh, cuti panjang, atau benar-benar menjauh dari rutinitas. Padahal dalam kehidupan sehari-hari, tubuh sering hanya membutuhkan jeda kecil dan rasa nyaman untuk membantu pikiran kembali lebih tenang.

Salah satu cara sederhana yang masih bertahan sampai sekarang adalah mengonsumsi ramuan hangat dari bahan alami. Bukan sekadar karena tradisi, tapi karena beberapa bahan memang memiliki efek yang membantu tubuh merasa lebih rileks.

Jahe misalnya. Selain memberi rasa hangat, jahe dikenal membantu melancarkan sirkulasi tubuh dan memberi efek menenangkan setelah aktivitas panjang. Banyak orang mengonsumsinya ketika tubuh mulai terasa tidak nyaman atau pikiran terasa terlalu penuh.

Peneliti kesehatan integratif sekaligus profesor di University of Arizona, Dr. Andrew Weil, dalam bukunya Spontaneous Healing [1995], menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki kemampuan alami untuk memulihkan dirinya sendiri ketika mendapat dukungan dari pola hidup dan asupan yang tepat. Salah satunya melalui bahan alami yang membantu tubuh lebih rileks.

Selain jahe, madu juga sering digunakan sebagai campuran minuman hangat karena memberi rasa nyaman sekaligus membantu tubuh lebih tenang. Kandungan alami pada madu membuat banyak orang merasa lebih rileks, terutama ketika dikonsumsi pada malam hari.

Sementara itu, chamomile tea sudah lama dikenal sebagai minuman herbal yang membantu relaksasi. Dalam beberapa penelitian kesehatan, chamomile dikaitkan dengan efek menenangkan yang membantu kualitas istirahat menjadi lebih baik.

Baca Juga: Sudah Coba Banyak Cara Murah, Tapi Kenapa Batuk Nggak Kunjung Sembuh?

Tubuh yang Tenang Membantu Pikiran Lebih Stabil

Stres tidak hanya memengaruhi pikiran, tapi juga tubuh. Saat seseorang mengalami tekanan berlebih, tubuh ikut bereaksi melalui otot yang menegang, tidur yang terganggu, atau rasa lelah yang terus muncul.

Karena itu, pendekatan untuk meredakan stres tidak selalu harus dimulai dari pikiran. Kadang tubuh justru perlu ditenangkan lebih dulu agar emosi perlahan ikut stabil.

Psikiater dan peneliti trauma Dr. Bessel van der Kolk dalam bukunya The Body Keeps the Score [2014] menjelaskan bahwa tubuh menyimpan banyak respons terhadap tekanan emosional. Ketika tubuh mulai merasa aman dan rileks, pikiran juga lebih mudah kembali tenang.

Itulah kenapa minuman hangat sering memberi efek nyaman secara emosional. Bukan semata karena rasanya, tapi karena tubuh merespons kehangatan sebagai sinyal untuk lebih rileks.

Selain jahe dan chamomile, beberapa orang juga menggunakan kayu manis, serai, atau lemon sebagai campuran minuman rumahan. Aroma alami dari bahan-bahan tersebut membantu menciptakan rasa nyaman yang sederhana, terutama setelah hari yang melelahkan.

Hal lain yang sering tidak disadari adalah proses membuat ramuan itu sendiri. Saat seseorang meluangkan waktu untuk merebus air, mencampur bahan, dan menikmati minuman hangat secara perlahan, tubuh mendapat jeda dari ritme hidup yang terlalu cepat.

Baca Juga: Minum Jahe, Kerokan, Istirahat, Kenapa Ini Nggak Selalu Manjur Buat Semua Orang?

Tidak Harus Mahal untuk Membantu Tubuh Merasa Lebih Baik

Banyak kebiasaan sederhana yang sebenarnya membantu tubuh menghadapi stres, tapi sering dianggap terlalu sepele. Padahal, rasa tenang tidak selalu datang dari sesuatu yang besar.

Minuman herbal rumahan memang bukan solusi utama untuk mengatasi masalah emosional yang berat. Namun sebagai bagian dari rutinitas kecil sehari-hari, kebiasaan ini bisa membantu tubuh memiliki ruang untuk beristirahat.

Di buku The Upside of Stress [2015] psikolog kesehatan Kelly McGonigal menulis bahwa cara manusia merespons stres sangat dipengaruhi oleh bagaimana ia memberi ruang pemulihan bagi tubuh dan pikirannya sendiri.

Karena itu, hal-hal sederhana seperti menikmati minuman hangat, tidur cukup, dan memberi waktu untuk tubuh beristirahat tetap memiliki pengaruh besar terhadap kondisi emosional seseorang.

Tubuh manusia tidak selalu meminta solusi yang rumit. Kadang, rasa nyaman kecil yang dilakukan secara konsisten justru membantu seseorang merasa lebih tenang dalam menjalani harinya. [][Adrian Damar/KK]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.