Leher terasa kaku saat bangun pagi. Pundak seperti menanggung beban yang tidak terlihat. Banyak orang mengira ini hal biasa, padahal tubuh sedang memberi sinyal.
Ketegangan di area leher dan pundak adalah keluhan yang sangat umum, terutama pada orang yang bekerja di depan komputer atau sering menggunakan ponsel. Otot di bagian ini bekerja hampir sepanjang hari untuk menopang kepala dan menjaga postur tubuh.
Masalahnya, ketika posisi tubuh tidak ideal atau stres terus menumpuk, otot-otot tersebut menjadi tegang lebih lama dari yang seharusnya. Jika berlangsung terus-menerus, ketegangan ini bisa memicu rasa nyeri hingga sakit kepala.
Baca Juga:
Postur Tubuh yang Tidak Seimbang
Salah satu penyebab paling umum adalah postur tubuh yang buruk. Saat menatap layar laptop atau ponsel terlalu lama, kepala cenderung condong ke depan.
Padahal kepala manusia memiliki berat sekitar 4–5 kilogram. Ketika posisi kepala maju beberapa sentimeter saja, beban yang harus ditanggung otot leher bisa meningkat berkali-kali lipat.
Akibatnya, otot di bagian belakang leher dan pundak harus bekerja ekstra keras. Jika kebiasaan ini berlangsung berjam-jam setiap hari, ketegangan pun menjadi sulit dihindari.
Fenomena ini bahkan memiliki istilah khusus, yaitu ‘text neck’, yang sering dibahas dalam berbagai jurnal kesehatan terkait penggunaan gawai.
Baca Juga: Tanda-Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin D
Stres Juga Bisa Memicu Ketegangan Otot
Tak semua ketegangan berasal dari posisi tubuh. Faktor psikologis seperti stres juga berperan besar.
Ketika seseorang mengalami tekanan mental, tubuh secara alami mengaktifkan respons ‘fight or flight’. Salah satu efeknya adalah otot menjadi lebih tegang sebagai bentuk kesiapan menghadapi ancaman.
Masalahnya, dalam kehidupan modern, stres sering berlangsung lama tanpa pelepasan fisik yang memadai. Otot leher dan pundak akhirnya tetap berada dalam kondisi tegang.
Inilah alasan mengapa banyak orang merasa pundaknya terasa berat ketika sedang menghadapi tekanan pekerjaan atau masalah emosional.
Baca Juga: Sering Merasa Lelah Meski Sudah Tidur, Apa Penyebabnya?
Cara Mengurangi Ketegangan Leher dan Pundak
Langkah pertama adalah memperbaiki postur tubuh saat bekerja. Pastikan layar berada sejajar dengan mata sehingga kepala tidak perlu menunduk terlalu lama.
Beristirahat secara berkala juga penting. Setiap 30 hingga 60 menit, luangkan waktu sejenak untuk berdiri, meregangkan tubuh, atau menggerakkan bahu.
Latihan peregangan sederhana dapat membantu melemaskan otot yang tegang. Gerakan memutar bahu, menundukkan kepala perlahan, atau menarik bahu ke belakang bisa memberikan efek relaksasi.
Selain itu, mengelola stres melalui aktivitas seperti olahraga ringan, meditasi, atau berjalan santai juga dapat membantu mengurangi ketegangan otot.
Jika rasa nyeri berlangsung lama atau semakin intens, berkonsultasi dengan tenaga medis tetap menjadi langkah terbaik untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan lain yang mendasarinya.
Tubuh sering memberi sinyal sebelum masalah menjadi lebih besar. Ketegangan di leher dan pundak mungkin terlihat sepele, tetapi memperhatikannya sejak dini bisa membantu menjaga kualitas hidup tetap nyaman. [][Vikalena Lasmoskwa/KK]
[penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi]