Saat berpuasa, tubuh kehilangan cairan dan mineral penting. Elektrolit menjaga kerja saraf, otot, dan keseimbangan cairan. Jika kadarnya turun, tubuh memberi sinyal yang sering diabaikan.

Puasa membuat pola makan dan minum berubah cukup drastis. Dalam rentang waktu belasan jam, tubuh tidak menerima cairan seperti biasanya, sementara aktivitas tetap berjalan. Dalam kondisi ini, keseimbangan cairan dan mineral tubuh bisa ikut berubah.

Elektrolit adalah mineral bermuatan listrik yang membantu berbagai fungsi penting di dalam tubuh. Natrium, kalium, magnesium, dan kalsium bekerja menjaga hidrasi sel, membantu kontraksi otot, serta memastikan sinyal saraf berjalan dengan baik.

Ketika kadar elektrolit menurun, tubuh biasanya memberikan tanda-tanda tertentu. Sayangnya, banyak orang mengira sinyal ini hanya efek lapar atau kelelahan biasa selama berpuasa.

Baca Juga: Detoks Tubuh, Perlukah?

Tubuh Terasa Lemas dan Mudah Pusing

Salah satu tanda yang paling sering muncul adalah rasa lemas yang tidak biasa. Tubuh terasa cepat lelah meskipun aktivitas tidak terlalu berat. Kondisi ini dapat berkaitan dengan menurunnya keseimbangan cairan dan mineral di dalam tubuh.

Pusing ringan juga sering dirasakan, terutama ketika berdiri dari posisi duduk atau bangun dari tempat tidur. Hal ini terjadi karena elektrolit berperan menjaga distribusi cairan dalam tubuh serta membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Jika kadar natrium atau kalium menurun, aliran darah ke otak dapat sedikit terganggu. Akibatnya, kepala terasa ringan, pandangan sedikit berkunang-kunang, atau tubuh terasa tidak stabil untuk beberapa saat.

Menurut Cleveland Clinic, ketidakseimbangan elektrolit juga dapat memengaruhi sistem saraf dan fungsi otot. Kondisi ini dapat membuat tubuh terasa lebih lemah dari biasanya, bahkan saat aktivitas harian tergolong ringan.

Baca Juga: Sering Nyeri Pinggang Saat Duduk Lama

Kram Otot dan Rasa Haus Berlebihan

Kram otot menjadi tanda lain yang cukup umum. Otot dapat berkontraksi secara tiba-tiba, terutama di area kaki atau betis. Kondisi ini sering muncul ketika tubuh kehilangan cairan sekaligus mineral penting.

Selama berpuasa, cairan tubuh tetap berkurang melalui keringat dan aktivitas harian. Jika asupan cairan saat sahur dan berbuka tidak cukup, keseimbangan elektrolit dapat menurun sehingga otot menjadi lebih sensitif terhadap kontraksi.

Rasa haus yang sangat kuat juga bisa menjadi sinyal tubuh sedang berusaha memulihkan keseimbangan cairan. Dalam kondisi ini, tubuh tidak hanya membutuhkan air, tetapi juga mineral yang membantu proses hidrasi berjalan lebih optimal.

Beberapa makanan dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit selama Ramadan. Buah seperti pisang, kurma, dan jeruk mengandung kalium yang bermanfaat bagi tubuh. Sup hangat, air kelapa, serta makanan dengan kandungan mineral alami juga dapat membantu menggantikan elektrolit yang berkurang.

Menjaga asupan cairan secara bertahap antara waktu berbuka hingga sahur dapat membantu tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Cara sederhana ini dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dan mineral selama menjalani puasa. [][Vikalena Lasmoskwa/KK]

[penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi]