Foundation sering terlihat sempurna saat pertama diaplikasikan. Namun beberapa jam kemudian warnanya bisa tampak lebih gelap atau kusam. Perubahan ini dikenal sebagai oxidize dan cukup sering dialami pengguna makeup.

Banyak orang pernah mengalami situasi yang sama. Shade foundation terasa cocok ketika dicoba di toko atau saat pertama kali diratakan di wajah.

Beberapa jam kemudian, warnanya tampak berbeda. Kulit terlihat lebih gelap, bahkan kadang agak oranye.

Fenomena ini sering disebut sebagai oxidize pada foundation.

Istilah tersebut merujuk pada perubahan warna produk setelah bercampur dengan minyak alami kulit, udara, serta komposisi bahan di dalam foundation itu sendiri.

Baca Juga: Pori-Pori Tersumbat dan Cara Mengatasinya

Mengapa Foundation Bisa Mengalami Oxidize

Perubahan warna pada foundation sebenarnya berkaitan dengan reaksi kimia ringan yang terjadi setelah produk terkena udara.

Pigmen dalam foundation dapat bereaksi dengan oksigen. Proses ini mirip dengan bagaimana potongan apel berubah kecokelatan ketika dibiarkan terlalu lama di udara terbuka.

Kondisi kulit juga berpengaruh. Produksi minyak alami pada wajah dapat memengaruhi stabilitas pigmen dalam foundation.

Kulit yang cenderung berminyak lebih sering mengalami perubahan warna karena minyak membantu mempercepat reaksi tersebut.

Selain itu, beberapa formula foundation memang lebih rentan mengalami oxidize, terutama produk yang mengandung pigmen besi oksida dalam konsentrasi tertentu.

Baca Juga: Skincare untuk Ibu Hamil, Apa yang Aman?

Cara Mengurangi Risiko Foundation Berubah Warna

Meskipun oxidize cukup umum terjadi, ada beberapa cara sederhana untuk meminimalkan efeknya.

  1. Pilih shade yang sedikit lebih terang dari warna kulit ketika mencoba foundation baru. Banyak makeup artist melakukan langkah ini karena warna foundation sering sedikit menggelap setelah beberapa jam.

  2. Gunakan primer sebelum foundation. Primer membantu menciptakan lapisan antara kulit dan makeup sehingga reaksi dengan minyak alami dapat berkurang.

  3. Perhatikan jenis skincare yang digunakan sebelumnya. Produk dengan kandungan minyak berat kadang mempercepat perubahan warna foundation.

  4. Set makeup dengan bedak tipis. Bedak membantu menyerap minyak berlebih sehingga warna foundation tetap stabil lebih lama.

  5. Coba foundation dalam waktu cukup lama sebelum memutuskan membelinya. Mengamati perubahan warna selama beberapa jam dapat memberi gambaran yang lebih akurat.

Perubahan warna foundation sering membuat banyak orang merasa shade yang dipilih tidak cocok. Padahal, dalam banyak kasus, masalahnya bukan pada warna awal, melainkan reaksi produk setelah digunakan beberapa waktu.

Memahami proses oxidize membantu pengguna makeup memilih formula yang lebih sesuai dengan kondisi kulitnya. [][Eva Evilia/KK]

[penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi]