Banyak orang merasa sulit tidur meski tubuh sudah lelah. Layar ponsel masih menyala di tangan, seolah menjadi penutup hari yang tak pernah benar-benar selesai. Tanpa disadari, kebiasaan kecil ini bisa mengganggu kualitas tidur.
Gadget telah menjadi bagian dari rutinitas malam banyak orang. Setelah bekerja seharian, sebagian orang memilih bersantai dengan menonton video, membaca media sosial, atau membalas pesan sebelum tidur.
Aktivitas tersebut memang terasa ringan, tetapi paparan layar sebelum tidur dapat memengaruhi cara tubuh bersiap untuk beristirahat.
Baca Juga: Kenapa Mata Sering Perih di Ruangan AC?
Cahaya Layar Bisa Mengacaukan Ritme Tidur
Tubuh manusia memiliki ritme alami yang disebut ritme sirkadian. Ritme ini membantu mengatur kapan tubuh merasa terjaga dan kapan waktunya tidur.
Paparan cahaya terang di malam hari dapat mengganggu proses tersebut. Cahaya biru dari layar ponsel, tablet, atau laptop diketahui dapat menekan produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk.
Menurut laporan Sleep Foundation yang sering dikutip dalam berbagai media kesehatan, penggunaan gadget sebelum tidur berkaitan dengan meningkatnya risiko sulit tidur dan kualitas tidur yang lebih buruk. Akibatnya, seseorang bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk terlelap. Tidur pun sering terasa kurang nyenyak meski durasinya cukup.
Kebiasaan ini juga membuat otak tetap aktif memproses informasi dari layar, sehingga tubuh sulit memasuki kondisi rileks yang dibutuhkan untuk tidur.
Baca Juga: Mengoleskan Balsem ke Hidung, Aman atau Tidak?
Cara Mengurangi Dampak Gadget pada Tidur
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi pengaruh gadget terhadap kualitas tidur. Salah satu yang paling dianjurkan adalah memberi jarak waktu antara penggunaan layar dan waktu tidur.
Banyak ahli tidur menyarankan untuk menghentikan penggunaan gadget setidaknya 30 hingga 60 menit sebelum tidur agar tubuh memiliki waktu beradaptasi menuju kondisi istirahat. Mengganti aktivitas layar dengan kegiatan yang lebih tenang, seperti membaca buku atau melakukan peregangan ringan, juga dapat membantu tubuh lebih cepat rileks.
Selain itu, mengaktifkan mode malam atau night mode pada perangkat digital dapat membantu mengurangi paparan cahaya biru, meski tidak sepenuhnya menghilangkan dampaknya.
Jika kesulitan tidur terjadi secara terus-menerus dan mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari, konsultasi dengan tenaga medis dapat membantu menemukan penyebab yang lebih spesifik. [][Vikalena Lasmoskwa/KK]
[penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi]