Mata terasa perih setelah beberapa jam bekerja di ruangan ber-AC. Rasa kering muncul perlahan, kadang disertai sensasi panas atau seperti ada pasir di mata. Situasi ini dialami banyak orang yang menghabiskan waktu lama di kantor atau ruang tertutup dengan pendingin udara.
Ruangan ber-AC memang membuat suhu terasa lebih nyaman, terutama di daerah beriklim tropis. Namun di balik kenyamanan itu, ada perubahan kondisi udara yang dapat memengaruhi kesehatan mata.
Udara yang lebih kering menjadi salah satu faktor utama yang membuat mata terasa tidak nyaman setelah berada lama di ruangan berpendingin udara.
Baca Juga: Mengoleskan Balsem ke Hidung, Aman atau Tidak?
Udara Kering Bisa Mengganggu Lapisan Air Mata
Permukaan mata sebenarnya dilindungi lapisan tipis yang disebut tear film atau lapisan air mata. Lapisan ini berfungsi menjaga kelembapan mata sekaligus melindunginya dari debu dan iritasi.
Ketika seseorang berada di ruangan dengan pendingin udara, kelembapan udara biasanya menurun. Udara yang lebih kering membuat penguapan air mata terjadi lebih cepat.
Dikutip dari American Academy of Ophthalmology, kondisi tersebut dapat memicu gejala mata kering seperti rasa perih, gatal, hingga pandangan yang terasa kurang nyaman.
Situasi ini sering diperparah oleh kebiasaan menatap layar komputer dalam waktu lama. Saat fokus melihat layar, frekuensi berkedip biasanya berkurang sehingga mata semakin mudah kering.
Tak heran jika keluhan mata perih sering muncul pada pekerja kantoran yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan laptop di ruangan ber-AC.
Baca Juga: Migrain atau Sakit Kepala Biasa?
Cara Mengurangi Rasa Perih pada Mata
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi keluhan mata kering di ruangan berpendingin udara. Salah satu yang paling dianjurkan adalah mengingatkan diri untuk berkedip lebih sering saat bekerja di depan layar.
Menurut American Optometric Association, metode 20-20-20 juga dapat membantu menjaga kesehatan mata. Cara ini dilakukan dengan mengalihkan pandangan ke objek sejauh sekitar 20 kaki selama 20 detik setiap 20 menit.
Selain itu, mengatur posisi duduk agar tidak langsung terkena hembusan AC juga bisa membantu mengurangi penguapan air mata.
Jika keluhan mata kering sering muncul, penggunaan tetes mata buatan atau artificial tears dapat menjadi solusi sementara. Namun jika rasa perih terus berulang atau semakin mengganggu, konsultasi dengan dokter mata tetap menjadi langkah yang dianjurkan. [][Vikalena Lasmoskwa/KK]
[penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi]