Sensasi hangat langsung terasa di hidung. Napas seperti terasa lebih lega. Banyak orang melakukan kebiasaan ini tanpa berpikir panjang.

Balsem sudah lama menjadi bagian dari kotak obat rumahan. Aromanya yang kuat sering digunakan untuk meredakan pegal, pusing, atau hidung tersumbat.

Tidak sedikit orang yang kemudian mengoleskannya di area hidung, bahkan tepat di bawah lubang hidung. Tujuannya sederhana: membuat napas terasa lebih lega ketika sedang pilek atau flu.

Namun muncul pertanyaan yang cukup sering dibicarakan. Apakah kebiasaan ini benar-benar aman jika dilakukan berulang?

Baca Juga: Migrain atau Sakit Kepala Biasa?

Mengapa Balsem Memberi Sensasi Lega di Hidung

Sebagian besar balsem mengandung bahan seperti menthol, eucalyptus, atau camphor. Senyawa ini memberikan sensasi dingin atau hangat yang merangsang reseptor di kulit dan saluran pernapasan.

Sensasi tersebut membuat otak menafsirkan bahwa saluran napas terasa lebih terbuka. Padahal secara medis, efeknya lebih kepada sensasi nyaman daripada benar-benar melebarkan saluran napas.

Menurut Dr. Raj Dasgupta, spesialis penyakit paru yang pendapatnya dikutip oleh Healthline, menthol dapat menciptakan sensasi udara yang lebih dingin saat bernapas sehingga seseorang merasa hidungnya lebih lega.

Efek ini menjelaskan mengapa banyak orang merasa terbantu ketika menggunakan balsem saat hidung tersumbat.

Baca Juga: Tanda Tubuh Kurang Cairan Saat Berpuasa

Apakah Aman Jika Sering Dilakukan?

Meskipun memberikan rasa nyaman, penggunaan balsem di area hidung tetap perlu diperhatikan. Kulit di sekitar hidung tergolong tipis dan sensitif.

Dokter THT Dr. Michael Benninger, yang pendapatnya dikutip oleh Cleveland Clinic, menjelaskan bahwa produk yang mengandung menthol dan camphor sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam lubang hidung karena dapat menyebabkan iritasi.

Jika digunakan terlalu sering atau terlalu dekat dengan saluran hidung, beberapa orang juga bisa mengalami rasa perih, kulit kering, atau reaksi sensitif.

Karena itu, balsem sebaiknya dioleskan tipis saja pada area luar, seperti dada, leher, atau sedikit di bawah hidung tanpa masuk ke dalam rongga hidung. Cara ini membantu memperoleh efek aromaterapi tanpa meningkatkan risiko iritasi.

Tubuh sering merespons hal-hal sederhana dengan cara yang unik. Balsem bisa memberi rasa lega sementara, tetapi penggunaannya tetap perlu bijak agar manfaatnya tidak berubah menjadi sumber gangguan baru. [][Vikalena Lasmoskwa/KK]

[penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi]