Bersin berkali-kali, hidung berair, atau mata mulai gatal. Ketika alergi ringan kambuh, beberapa langkah sederhana ternyata dapat membantu sebelum keluhan semakin mengganggu.
Alergi kadang datang dengan pola yang sudah sangat kita kenal. Membongkar lemari lama membuat hidung mulai gatal, berada di dekat hewan tertentu memicu bersin, atau perjalanan di luar rumah membuat mata berair. Karena sering terjadi, kita pun mempunyai berbagai cara sendiri untuk menghadapinya.
Namun alergi bukan satu kondisi dengan satu cara penanganan. Reaksi dapat dipicu tungau debu, serbuk sari, hewan, makanan, obat, sengatan serangga, atau berbagai alergen lain, sementara gejalanya dapat muncul pada hidung, mata, kulit, saluran pencernaan, hingga pernapasan. Cara sederhana yang membantu hidung tersumbat karena rinitis alergi jelas tidak dapat disamakan dengan penanganan alergi makanan atau reaksi alergi berat.
Untuk keluhan ringan yang pemicunya sudah dikenali, langkah pertama justru seringkali sangat sederhana: kurangi paparan terhadap pemicu tersebut. Mayo Clinic menyebut pengurangan paparan alergen sebagai salah satu strategi utama dalam mengendalikan alergi musiman. Caranya dapat berupa mengganti pakaian dan mandi setelah terpapar serbuk sari dari luar, menjaga kebersihan lingkungan, atau menggunakan penyaring udara HEPA pada kondisi tertentu.
Baca Juga: Saat Kita Stres, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Dalam Tubuh?
Sebelum Meredakan Gejala, Kurangi Dulu Apa yang Memicunya
Ketika mata dan hidung mulai bereaksi setelah berada di lingkungan tertentu, kita sering langsung memikirkan obat. Padahal selama alergen masih berada pada rambut, pakaian, tempat tidur, atau lingkungan sekitar, tubuh dapat terus terpapar. Mengurangi kontak tersebut tidak selalu langsung menghilangkan gejala, tetapi dapat mengurangi paparan yang sedang berlangsung.
Pada alergi terhadap tungau debu, misalnya, perhatian justru perlu diarahkan pada tempat kita menghabiskan banyak waktu. Mayo Clinic merekomendasikan langkah seperti mencuci seprai secara rutin dengan air panas, menggunakan pelindung kasur dan bantal yang dirancang untuk tungau, menjaga kelembapan ruangan tetap rendah, serta menggunakan penyedot debu dengan filter HEPA. Strateginya berbeda dengan alergi serbuk sari karena sumber paparannya pun berbeda.
Untuk rinitis alergi dengan hidung berair atau tersumbat, larutan saline dapat menjadi salah satu pilihan sederhana. Irigasi hidung membantu membilas lendir dan alergen dari rongga hidung, sedangkan semprotan saline dapat membantu melembapkan saluran hidung. Cara ini tidak mengubah respons alergi tubuh, tetapi dapat membantu mengurangi apa yang masih berada di dalam hidung.
Ada satu hal penting yang tidak boleh disepelekan ketika melakukan irigasi hidung. Air keran tidak boleh langsung digunakan karena dapat mengandung organisme yang berisiko menyebabkan infeksi. Mayo Clinic menyarankan air distilasi, steril, air yang telah direbus kemudian didinginkan, atau air yang disaring dengan standar yang sesuai; alatnya juga harus dibersihkan setelah digunakan.
Obat tetap mempunyai tempat ketika diperlukan. Antihistamin dapat membantu beberapa gejala rinitis alergi seperti bersin, gatal, hidung berair, dan mata berair, sementara semprotan kortikosteroid hidung digunakan untuk mengendalikan gejala nasal. Pilihan obat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing, terutama jika seseorang mempunyai penyakit lain, menggunakan obat lain, sedang hamil, atau gejalanya sering berulang.
Baca Juga: Tubuh Tidak Sedang Sakit, Tapi Mengapa Rasanya Tidak Benar-Benar Sehat?
Yang Terlihat Seperti Alergi Ringan Tidak Selalu Boleh Ditunggu
Ada alasan kita perlu mengenali pola alergi sendiri. Hidung berair dan bersin tidak selalu berarti alergi karena infeksi saluran napas maupun rinitis nonalergi dapat menghasilkan keluhan yang mirip. Mayo Clinic mencatat mata gatal lebih khas pada alergi dibandingkan selesma, sementara demam bukan karakteristik alergi musiman.
Jika keluhan terus berulang dan pemicunya tidak jelas, pemeriksaan juga dapat membantu daripada terus menerka-nerka apa yang harus dihindari. Dokter atau ahli alergi dapat mengevaluasi pola gejala dan, bila diperlukan, melakukan pemeriksaan untuk membantu mengidentifikasi alergen. American Academy of Allergy, Asthma & Immunology [AAAAI] juga menyebut imunoterapi sebagai salah satu pilihan jangka panjang bagi sebagian orang dengan rinitis alergi tertentu ketika penanganan lain belum memadai.
Namun ada batas yang jauh lebih penting daripada persoalan bersin atau hidung tersumbat. Reaksi alergi berat atau anafilaksis merupakan keadaan darurat medis yang dapat berkembang cepat. Kesulitan bernapas, tekanan darah yang turun, kehilangan kesadaran, atau gejala berat yang melibatkan beberapa bagian tubuh tidak boleh diperlakukan seperti alergi ringan yang cukup ditunggu di rumah.
Pada orang yang telah diresepkan epinefrin untuk anafilaksis, AAAAI menegaskan epinefrin perlu digunakan sesuai rencana penanganannya dan pasien tetap harus mendapatkan pertolongan medis darurat. Merasa membaik setelah menggunakan obat tersebut juga bukan alasan untuk mengabaikan pemeriksaan lanjutan. Anafilaksis dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan benar.
Itulah sebabnya “cara simpel mengatasi alergi” sebenarnya tidak dimulai dari mencari satu obat atau bahan rumahan yang berlaku untuk semua orang. Kita perlu mengetahui pemicunya, mengurangi paparan jika memungkinkan, membersihkan alergen yang masih menempel, kemudian menangani gejala sesuai jenis dan tingkat keparahannya.
Tubuh juga perlu diamati, bukan hanya keluhannya dihentikan. Jika gejala semakin sering, mengganggu tidur dan aktivitas, tidak membaik dengan langkah sederhana, atau penyebabnya terus tidak jelas, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan lebih berguna daripada terus mencoba berbagai cara sendiri.
Alergi ringan memang sering terasa seperti gangguan kecil yang sudah biasa kita hadapi. Namun kemampuan mengenali apa yang masih bisa ditangani sendiri dan apa yang membutuhkan bantuan medis justru merupakan bagian terpenting dari cara kita menghadapinya. Sebab langkah sederhana akan sangat membantu ketika digunakan pada situasi yang memang sederhana. [][Vikalena Lasmoskwa/KK]
Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.