Tidak demam. Tidak ada diagnosis tertentu. Namun tubuh terasa mudah lelah, sulit segar, dan seperti tidak berada dalam kondisi terbaiknya.

Pagi dimulai seperti biasa, pekerjaan tetap selesai, dan aktivitas harian masih bisa dijalani. Tidak ada keluhan yang terasa cukup berat untuk disebut sakit, tetapi energi cepat habis dan tubuh seperti tidak pernah benar-benar pulih. Ketika ditanya apakah sedang sehat, jawabannya jadi sedikit sulit.

Kondisi semacam ini tidak otomatis menunjukkan adanya penyakit tertentu. Tubuh dapat terasa kurang bugar akibat tidur yang tidak berkualitas, aktivitas fisik yang minim, stres, pola makan yang kurang memadai, atau kombinasi beberapa hal sekaligus. Namun rasa tidak nyaman yang menetap juga tidak sebaiknya terus dianggap sepele hanya karena seseorang masih mampu beraktivitas.

NHS.uk mencatat kelelahan dapat berkaitan dengan kurang tidur, pola hidup, stres, tantangan kehidupan, perubahan hormonal, obat-obatan, maupun sejumlah kondisi medis. Karena penyebabnya begitu luas, rasa lelah saja tidak cukup untuk melakukan diagnosis sendiri. Yang lebih berguna adalah melihat pola dan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. 

Baca Juga: Setelah Burnout, Haruskah Kita Kembali Menjadi Diri yang Sama?

Sehat Bukan Hanya Tidak Sedang Demam

Tidur menjadi salah satu bagian yang mudah diremehkan. CDC menyebut orang dewasa berusia 18–60 tahun umumnya membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur, tetapi durasi saja belum cukup karena kualitas tidur juga penting. Seseorang bisa berada di tempat tidur cukup lama tetapi tetap bangun tidak segar jika tidurnya sering terputus atau tidak berkualitas. 

Hal yang sama berlaku pada aktivitas fisik. WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, ditambah latihan penguatan otot setidaknya dua hari. Aktivitas fisik teratur tidak hanya berkaitan dengan kebugaran, tetapi juga kesehatan mental, tidur, fungsi kognitif, dan penurunan risiko sejumlah penyakit. 

Tubuh yang jarang bergerak karena pekerjaan duduk berjam-jam bisa tetap terasa lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Kelelahan dan kurang gerak bahkan dapat membentuk lingkaran: tubuh terasa tidak bertenaga sehingga semakin sedikit bergerak, lalu kebugaran semakin menurun. Pada tahap ini, rasa ‘tidak benar-benar sehat’ bisa muncul tanpa satu keluhan yang dramatis.

Stres pun dapat hadir dengan bentuk yang lebih fisik daripada yang sering dibayangkan. Pikiran yang terus aktif, tidur terganggu, bahu tegang, sakit kepala, atau energi yang cepat habis dapat muncul ketika tekanan berlangsung terus-menerus. Karena tidak selalu disertai rasa sedih atau cemas yang jelas, seseorang bisa lebih dulu menyadari tubuhnya terasa berbeda daripada menyadari beban mentalnya.

Baca Juga: Bangun Tidur Setelah Delapan Jam, Kenapa Tubuh Masih Terasa Lelah?

Yang Perlu Diperhatikan adalah Polanya

Mencatat pola selama beberapa minggu dapat membantu. Perhatikan waktu tidur dan bangun, kualitas tidur, aktivitas fisik, pola makan, konsumsi kafein, tekanan pekerjaan, dan kapan rasa lelah paling terasa. Tujuannya bukan mencari diagnosis sendiri, tetapi mengetahui apakah ada kebiasaan tertentu yang berkaitan dengan perubahan kondisi tubuh.

Perubahan kecil bisa dicoba secara realistis. Jadwal tidur yang lebih konsisten, lebih banyak berjalan, makan teratur, cukup minum, dan memberi jeda dari pekerjaan dapat membantu melihat apakah tubuh merespons. WHO bahkan menegaskan bahwa aktivitas fisik dalam jumlah apa pun lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali. 

Namun ada batas ketika rasa tidak sehat sebaiknya tidak terus dikelola sendiri. NHS menyarankan mencari evaluasi medis bila kelelahan berlangsung cukup lama, tidak membaik, atau mulai mengganggu kehidupan sehari-hari. Kelelahan juga dapat berkaitan dengan kondisi seperti anemia defisiensi besi, gangguan tiroid, diabetes, sleep apnea, maupun kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan. 

Tanda lain juga perlu diperhatikan, termasuk sesak, jantung berdebar, penurunan berat badan tanpa sebab, rasa haus berlebihan, perubahan pola tidur yang jelas, atau keluhan lain yang muncul bersama kelelahan. Satu gejala tidak otomatis menunjukkan penyakit tertentu, tetapi kombinasi dan persistensinya memberi alasan lebih kuat untuk diperiksa. Tubuh yang masih mampu bekerja bukan berarti seluruh sinyalnya harus diabaikan.

Mungkin kesehatan memang tidak selalu terasa sebagai dua keadaan yang tegas: sakit atau sehat. Ada hari ketika tubuh tidak sedang menghadapi penyakit yang diketahui, tetapi tetap meminta tidur lebih baik, lebih banyak gerak, makanan yang cukup, atau ruang untuk pulih dari tekanan. Mendengarkan permintaan itu lebih masuk akal daripada menunggu tubuh harus benar-benar berhenti sebelum dianggap perlu diperhatikan. [][Vikalena Lasmoskwa/KK]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.