Pohon tua sering dianggap bagian biasa dari pemandangan kota. Padahal keberadaan mereka memberi manfaat yang tidak mudah digantikan oleh pohon yang baru ditanam.

Di banyak kota, pembangunan hampir selalu identik dengan perubahan. Jalan diperlebar, kawasan baru dibuka, dan berbagai fasilitas dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Dalam proses tersebut, keberadaan pohon tua kadang dianggap sebagai hal yang bisa digantikan. Jika satu pohon ditebang, bukankah masih bisa ditanam pohon yang baru?

Pertanyaan itu terdengar masuk akal. Namun para ahli lingkungan melihat persoalan ini dengan cara yang berbeda. Sebab tidak semua pohon memiliki nilai ekologis yang sama. Dalam banyak kasus, pohon yang telah tumbuh puluhan tahun menyimpan fungsi yang jauh lebih besar daripada yang tampak di permukaan.

Baca Juga: Ketika Alam Mengingatkan bahwa Kita Tinggal di Atas Bumi yang Masih Hidup

Pohon Tua Menyimpan Lebih dari Sekadar Umur

Salah satu alasan utama mengapa pohon tua begitu penting adalah ukurannya yang telah berkembang secara maksimal. Tajuk yang lebar mampu memberikan keteduhan yang lebih luas, sementara sistem perakarannya membantu menyerap dan menyimpan air hujan dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan pohon muda.

Manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Jalan yang dinaungi pohon besar biasanya terasa lebih sejuk dibandingkan jalan yang minim vegetasi. Di tengah suhu perkotaan yang terus meningkat, keberadaan pohon tua membantu menurunkan panas lingkungan dan menciptakan ruang yang lebih nyaman bagi pejalan kaki maupun warga sekitar.

Selain itu, pohon tua juga berperan sebagai penyerap karbon yang efektif. Semakin besar ukuran pohon, semakin besar pula kemampuannya menyimpan karbon yang diambil dari atmosfer. Dalam konteks perubahan iklim yang menjadi tantangan global, fungsi ini memiliki nilai yang semakin penting bagi kota-kota modern.

Tidak hanya itu, pohon tua sering jadi rumah bagi berbagai makhluk hidup. Burung, serangga, hingga organisme kecil lainnya bergantung pada keberadaan pohon yang telah tumbuh lama. Ketika satu pohon tua hilang, yang hilang bukan sekadar batang dan daunnya, melainkan juga sebuah ekosistem kecil yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Mengapa Kita Lebih Sibuk Menanam Pohon daripada Menjaganya?

Kota Kehilangan Lebih dari yang Terlihat Saat Pohon Tua Ditebang

Tak ada kota yang bisa berhenti berkembang. Infrastruktur tetap dibutuhkan, begitu pula ruang untuk aktivitas ekonomi dan sosial. Namun di tengah kebutuhan tersebut, keberadaan pohon tua sering kali menjadi korban yang kurang mendapat perhatian.

Ketika sebuah pohon tua ditebang, yang terlihat oleh masyarakat biasanya hanya ruang kosong yang ditinggalkannya. Padahal ada banyak fungsi yang ikut hilang secara bersamaan. Kemampuan menyerap panas berkurang, daya tampung air hujan menurun, habitat satwa menghilang, dan kualitas udara di sekitarnya ikut berubah.

Menanam pohon baru tentu merupakan langkah yang baik. Namun pohon muda membutuhkan waktu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, untuk mencapai fungsi ekologis yang setara dengan pohon yang telah lama tumbuh. Karena itu, mengganti pohon tua dengan bibit baru tidak selalu berarti mengganti seluruh manfaat yang sebelumnya tersedia.

Di berbagai negara, pohon-pohon tua tertentu bahkan mendapat perlindungan khusus karena dianggap sebagai aset lingkungan yang bernilai tinggi. Mereka dipandang bukan hanya sebagai elemen penghijauan, melainkan sebagai bagian dari infrastruktur alami yang membantu kota tetap nyaman ditinggali.

Mungkin itulah sebabnya keberadaan pohon tua layak dipandang lebih dari sekadar penghias jalan atau taman. Mereka bekerja setiap hari tanpa suara, memberikan keteduhan, menyaring udara, menyimpan air, dan mendukung kehidupan berbagai makhluk di sekitarnya. Sayangnya, jasa-jasa tersebut sering baru terasa penting setelah pohon itu tidak lagi ada. [][Rommy Rimbarawa/KK]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.