Seminar "Collaboration Day 2026: From Unpad to Indonesia Cosmetic" digelar secara gratis bagi mahasiswa, dosen, praktisi, peneliti, dan masyarakat umum sebagai ruang belajar sekaligus memperluas jejaring kolaborasi.
Di balik setiap produk kosmetik tersimpan proses panjang yang melibatkan riset, inovasi, pengujian keamanan, serta kolaborasi antara akademisi, peneliti, industri, dan regulator. Seiring hal tersebut, kini Indonesia jadi salah satu pasar kosmetik terbesar di Asia Tenggara, peluang inovasi semakin terbuka, namun diikuti tantangan untuk menghadirkan sumber daya manusia yang kompeten, memperkuat hilirisasi riset, dan menghasilkan produk kosmetik yang aman, efektif, serta berbasis bukti ilmiah.
Berangkat dari semangat tersebut, Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran menghadirkan Seminar Kosmetik "Collaboration Day 2026: From Unpad to Indonesia Cosmetic" yang akan diselenggarakan pada Rabu, 1 Juli 2026 di Auditorium Fakultas Farmasi Unpad, Jatinangor-Sumedang. Seminar ini menjadi ruang bertemunya mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi industri, pelaku usaha, hingga masyarakat umum untuk melihat bagaimana dunia pendidikan, penelitian, dan industri dapat bergerak bersama membangun ekosistem kosmetik Indonesia yang lebih maju.
Salah satu topik yang akan jadi perhatian adalah Perkembangan Pendidikan Kosmetik. Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di bidang kosmetik, dunia pendidikan dituntut untuk menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan industri. Fakultas Farmasi Unpad jadi salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang membuka Program Sarjana Rekayasa Kosmetika, sebuah program studi yang masih sangat terbatas jumlahnya di Indonesia. Kehadiran program ini menunjukkan bahwa pendidikan kosmetik tidak lagi dipandang sebagai bidang pelengkap, melainkan sebagai disiplin ilmu yang memadukan farmasi, rekayasa produk, teknologi, keamanan, hingga inovasi industri dalam satu ekosistem pembelajaran.
Baca Juga: Umur Boleh Sama, Mengapa Kondisi Kulit Bisa Berbeda?

Semangat kolaborasi tersebut kemudian diterjemahkan lebih jauh melalui sesi "LABCOS: Kolaborasi & Hilirisasi Riset". Selama ini, tidak sedikit hasil penelitian yang berhenti di ruang laboratorium atau hanya menjadi publikasi ilmiah. Padahal, riset memiliki nilai yang jauh lebih besar ketika mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan industri. Melalui LABCOS, Universitas Padjadjaran berupaya membangun jembatan antara peneliti, pemerintah, dan dunia usaha agar inovasi yang lahir dari kampus dapat dihilirisasikan menjadi produk kosmetik yang memiliki manfaat nyata sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
Bahwa ilmu pengetahuan mampu mengubah perjalanan hidup juga tercermin dalam sesi "Jejak Alumni: Dari Kampus ke Pabrik Kosmetik". Bukan sekadar berbagi kisah sukses, sesi ini menghadirkan pengalaman nyata para alumni yang kini berkarya di industri kosmetik. Salah satunya pengalaman alumnus apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. yang akan menceritakan bagaimana ilmu yang diperoleh di bangku kuliah menjadi bekal untuk menghadapi dinamika dunia kerja, mengembangkan inovasi produk, hingga mengambil peran dalam industri kosmetik yang terus bertumbuh. Kisah tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa bahwa peluang berkarya di bidang kosmetik semakin terbuka luas.
Seminar ini juga menjadi momentum lahirnya karya intelektual baru melalui peluncuran buku hasil kolaborasi dosen-dosen Fakultas Farmasi Unpad bersama alumni dan penulis dari luar kampus. Kolaborasi tersebut mencerminkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan tidak mengenal batas institusi. Ketika akademisi dan praktisi saling berbagi perspektif, lahirlah karya yang tidak hanya memperkaya khazanah ilmu kosmetik, tetapi juga lebih dekat dengan kebutuhan dunia industri dan masyarakat.
Peluncuran buku tersebut kemudian dilanjutkan dengan Talkshow "Intisari Inovasi Buku", sebuah ruang dialog yang mengangkat gagasan-gagasan utama dari buku-buku yang diluncurkan. Peserta tidak hanya diperkenalkan pada isi buku, tetapi juga diajak memahami bagaimana berbagai inovasi di bidang kosmetik lahir, berkembang, dan memiliki potensi untuk diterapkan dalam dunia nyata. Diskusi ini diharapkan menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dengan praktik di lapangan.
Baca Juga: Rutinitas Kecil yang Memengaruhi Kesehatan Kulit
Perkembangan teknologi digital turut membawa perubahan besar dalam dunia riset kosmetik. Melalui sesi LABCOS AI, peserta akan diperkenalkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mendukung penelitian dan pengujian kosmetik. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi analisis data, mempercepat proses penelitian, serta membantu memastikan bahwa produk kosmetik yang dikembangkan memiliki dasar ilmiah yang kuat. Pemanfaatan AI juga jadi bagian dari upaya membangun industri kosmetik yang lebih bertanggung jawab melalui pengujian yang semakin akurat sehingga dapat meminimalkan praktik overclaim yang berpotensi merugikan konsumen.
Rangkaian seminar akan ditutup dengan pembahasan mengenai Cosmepreneur: Peluang Mahasiswa di Ekosistem Kosmetik. Dunia kosmetik saat ini menawarkan peluang yang jauh lebih luas dibanding sekadar menjadi formulator di perusahaan. Mahasiswa didorong untuk melihat potensi sebagai inovator, peneliti, konsultan, pengembang merek lokal, hingga wirausahawan yang mampu menghadirkan produk kosmetik berbasis riset. Di tengah pesatnya pertumbuhan industri kosmetik Indonesia, lahirnya generasi muda yang memiliki kompetensi ilmiah sekaligus jiwa kewirausahaan akan menjadi salah satu kunci penguatan industri nasional di masa depan.
Collaboration Day 2026 bukan hanya sebuah seminar. Ia menjadi cerminan bahwa masa depan industri kosmetik Indonesia dibangun melalui kolaborasi lintas disiplin, lintas profesi, dan lintas institusi. Ketika pendidikan, penelitian, industri, teknologi, dan kewirausahaan bertemu dalam satu ruang yang sama, lahirlah harapan bahwa kosmetik Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, tetapi juga tampil sebagai kekuatan baru di tingkat global.
Bagi mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi, pelaku industri, maupun masyarakat yang ingin memahami arah perkembangan kosmetik Indonesia, seminar ini menjadi kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli, memperluas jejaring, serta menyaksikan bagaimana inovasi dan kolaborasi menjadi fondasi menuju industri kosmetik Indonesia yang semakin maju. Terlebih, seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti secara gratis, sehingga menjadi ruang belajar yang terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut mengambil bagian dalam perjalanan masa depan kosmetik Indonesia. Silakan daftar di sini. [][Salim Elantara/KK]