Cowok sekarang semakin terbiasa merawat diri. Namun ketika terlalu terlihat peduli penampilan, masih banyak yang takut dianggap berlebihan atau tidak maskulin.
Perubahan ini sebenarnya cukup terasa dalam beberapa tahun terakhir. Produk perawatan pria semakin banyak, konten grooming pria makin ramai, dan pembicaraan soal parfum, skincare, atau gaya berpakaian tidak lagi dianggap asing di kalangan laki-laki muda.
Banyak cowok mulai sadar bahwa merawat diri bukan sekadar soal tampil menarik di depan orang lain. Ada rasa ingin lebih percaya diri, lebih rapi, dan lebih nyaman dengan dirinya sendiri.
Namun menariknya, sebagian pria masih merasa perlu menjaga jarak agar tidak terlihat 'terlalu niat'. Ada yang diam-diam memakai skincare tetapi malas membahasnya. Ada yang sebenarnya suka memilih outfit, tetapi tetap bercanda seolah dirinya tidak terlalu peduli. Fenomena ini menunjukkan bahwa standar maskulinitas lama sebenarnya belum benar-benar hilang.
Sosiolog Michael Kimmel dalam Guyland [2008] menjelaskan bahwa banyak laki-laki modern hidup di antara dua tekanan: tuntutan untuk tampil lebih baik dan tuntutan untuk tetap terlihat maskulin menurut standar sosial lama. Akibatnya, banyak pria ingin merawat diri tetapi tetap takut dinilai terlalu feminin atau terlalu ribet.
Hal itu membuat perawatan diri pria sering berjalan setengah terbuka. Dilakukan, tetapi tidak selalu diakui dengan nyaman.
Baca Juga: Cara Sederhana Mengenali Karakter Diri untuk Kaum Pria
Perawatan Diri Pria Sekarang Makin Normal, Tapi Penilaiannya Belum Sepenuhnya Berubah
Media sosial ikut mempercepat perubahan budaya pria modern. Sekarang lebih banyak figur publik laki-laki tampil rapi, memakai produk perawatan, dan membahas penampilan tanpa merasa malu. Akibatnya, generasi muda pria mulai melihat bahwa menjaga diri bukan sesuatu yang aneh. Penampilan perlahan dianggap bagian dari cara seseorang menghargai dirinya sendiri.
Namun, budaya lama tetap meninggalkan pengaruh kuat. Di banyak lingkungan, cowok yang terlalu detail soal penampilan masih sering dijadikan bahan candaan. Ada anggapan bahwa laki-laki seharusnya santai, cuek, dan tidak terlalu memikirkan penampilan.
Psikolog Dr. Ronald Levant dalam The New Psychology of Men [1997] menjelaskan bahwa laki-laki sejak lama dibentuk untuk menahan ekspresi tertentu agar tetap sesuai dengan gambaran maskulin tradisional. Karena itu, banyak pria tumbuh dengan rasa tidak nyaman ketika terlalu memperlihatkan perhatian terhadap dirinya sendiri. Fenomena tersebut membuat sebagian cowok modern hidup dalam posisi yang cukup membingungkan. Mereka dituntut tampil rapi dan menarik, tetapi juga takut dianggap terlalu sibuk mengurus diri.
Di sisi lain, industri gaya hidup pria terus berkembang karena kebutuhan tersebut memang nyata. Semakin banyak laki-laki mulai memahami bahwa merawat tubuh dan penampilan sebenarnya bagian dari kesehatan fisik maupun mental.
Baca Juga: Merawat Diri Bukan Soal Penampilan Saja, Tapi Juga Cara Pria Menghargai Tubuhnya
Banyak Cowok Sebenarnya Ingin Tampil Lebih Baik, Tapi Masih Takut Dinilai Orang
Merawat diri sebenarnya tidak selalu berarti tampil sempurna. Banyak pria hanya ingin terlihat bersih, segar, dan nyaman dengan dirinya sendiri dalam aktivitas sehari-hari. Namun, tekanan sosial membuat sebagian laki-laki merasa harus tetap terlihat 'tidak terlalu peduli' meski sebenarnya mereka memperhatikan banyak hal tentang penampilannya.
Dalam Deep Secrets [2011], Profesor psikologi Niobe Way menjelaskan bahwa banyak laki-laki tumbuh dengan tekanan sosial untuk menjaga citra tertentu agar diterima lingkungan sekitarnya. Akibatnya, kebutuhan emosional maupun personal sering disembunyikan agar tidak dianggap lemah atau berbeda.
Hal serupa terlihat dalam cara sebagian pria memperlakukan penampilan dirinya sendiri. Ada keinginan untuk merawat diri, tetapi juga ada rasa takut terhadap penilaian sosial yang masih melekat cukup kuat.
Mungkin itu sebabnya cowok sekarang mulai semakin peduli penampilan, tetapi masih takut dibilang ribet. Bukan karena mereka tidak yakin dengan pilihannya, melainkan karena standar lama tentang maskulinitas masih terus ikut mengawasi cara laki-laki menampilkan dirinya di depan orang lain. [][Rommy Rimbarawa/KK]
Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.