Banyak pria tumbuh dengan pemahaman bahwa merawat diri identik dengan urusan penampilan. Akibatnya, perhatian terhadap tubuh sering dianggap tidak terlalu penting selama seseorang masih terlihat ‘baik-baik saja’. Padahal, perawatan diri sebenarnya bukan sekadar soal wajah rapi atau pakaian bersih, tapi juga tentang bagaimana seseorang memperlakukan tubuhnya sendiri setiap hari.

Tidak sedikit pria yang rela bekerja sampai kelelahan, tidur tidak teratur, makan seadanya, lalu menganggap itu sebagai hal biasa. Mereka terbiasa bertahan tanpa benar-benar memberi perhatian terhadap kondisi tubuh dan pikirannya sendiri.

Hal ini terjadi karena banyak pria lebih diajarkan untuk kuat dibanding mengenali kebutuhannya sendiri. Ketika tubuh mulai mudah lelah atau pikiran terasa penuh, banyak yang memilih diam dan tetap menjalani rutinitas seperti biasa.

Psikolog dan penulis Dr. Gabor Maté dalam bukunya When the Body Says No [2003] menjelaskan bahwa tubuh manusia sering memberi sinyal ketika tekanan emosional dan fisik terus dipendam terlalu lama. Namun banyak orang baru menyadarinya setelah kondisi tubuh mulai terganggu.

Karena itu, perawatan diri sebenarnya bukan sesuatu yang mewah atau berlebihan. Dalam banyak kasus, hal-hal sederhana justru menjadi bentuk perhatian paling penting terhadap tubuh sendiri.

Baca Juga: Cara Sederhana Mengenali Karakter Diri untuk Kaum Pria

Banyak Perawatan Diri Pria Dimulai dari Hal yang Sangat Dasar

Merawat diri tidak selalu berarti menggunakan banyak produk atau menjalani rutinitas yang rumit. Ada kebiasaan kecil yang sering terlihat sepele, tapi memberi pengaruh besar terhadap kondisi tubuh dalam jangka panjang.

Tidur cukup misalnya. Banyak pria terbiasa mengurangi waktu istirahat demi pekerjaan atau aktivitas lain. Padahal, kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, hingga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Selain itu, menjaga kebersihan tubuh, rutin bergerak, dan memperhatikan pola makan juga termasuk bentuk perawatan diri yang paling mendasar. Hal-hal ini mungkin terdengar sederhana, tapi sering justru paling mudah diabaikan.

Dokter spesialis kesehatan pria dr. Ryan Thamrin semasa hidupnya pernah beberapa kali menjelaskan pentingnya kebiasaan dasar dalam menjaga kesehatan tubuh pria, termasuk tidur yang cukup, menjaga kebersihan diri, dan mengelola stres sehari-hari.

Hal lain yang juga mulai banyak dibicarakan adalah kesehatan mental pria. Banyak pria terbiasa memendam tekanan karena takut dianggap lemah jika terlalu terbuka soal emosinya.

Psikolog Brené Brown dalam bukunya Daring Greatly [2012] menjelaskan bahwa keberanian tidak selalu terlihat dari kemampuan menahan semuanya sendiri, tapi juga dari keberanian untuk jujur terhadap kondisi diri sendiri.

Baca Juga: Perawatan Kulit yang Sering Diabaikan Pria

Menghargai Tubuh Berarti Menyadari Bahwa Kita Tidak Harus Selalu Kuat

Ada banyak pria yang baru mulai memperhatikan dirinya setelah tubuh memberi tanda kelelahan. Padahal, merawat diri seharusnya dilakukan sebelum tubuh benar-benar kehilangan energi untuk terus bertahan.

Menghargai tubuh bukan berarti menjadi egois atau terlalu fokus pada diri sendiri. Justru dengan menjaga kondisi tubuh dan pikiran, seseorang bisa menjalani hidup dengan lebih stabil dan sehat.

Hal sederhana seperti memberi waktu istirahat, berjalan kaki sebentar, menjaga pola makan, atau tidak memaksakan diri ketika tubuh terlalu lelah merupakan bagian dari perawatan diri yang nyata.

Profesor psikologi kesehatan Kelly McGonigal dalam bukunya The Joy of Movement [2019] menjelaskan bahwa hubungan manusia dengan tubuhnya sendiri sangat memengaruhi kondisi emosional dan kualitas hidup sehari-hari.

Karena itu, perawatan diri pria tidak perlu selalu terlihat rumit atau mahal. Banyak kebiasaan kecil yang sebenarnya bisa membantu tubuh tetap sehat dan pikiran terasa lebih ringan. Semakin seseorang memahami tubuhnya sendiri, semakin mudah juga untuk menyadari bahwa menjaga diri bukan tanda kelemahan. Itu justru bentuk penghargaan terhadap hidup yang sedang dijalani. [][Rommy Rimbarawa/KK]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.