Saat berpuasa, banyak orang merasakan tenggorokan menjadi lebih cepat kering. Sensasi ini sering muncul sejak siang hari. Kondisi tersebut sebenarnya berkaitan dengan cara tubuh menjaga keseimbangan cairan.

Selama menjalani puasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup panjang. Kondisi ini membuat tubuh harus mengatur kembali penggunaan cairan agar tetap mencukupi berbagai fungsi penting.

Salah satu area yang sering terasa dampaknya adalah tenggorokan. Rasa kering dapat muncul ketika produksi air liur berkurang dan tubuh mulai menghemat cairan yang tersedia.

Walau terasa tidak nyaman, kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi selama puasa. Beberapa faktor biologis dan kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi seberapa cepat tenggorokan menjadi kering.

Baca Juga: Mengapa Tubuh Terasa Lemah Saat Kurang Tidur?

Produksi Air Liur Berkurang

Air liur memiliki peran penting dalam menjaga kelembapan rongga mulut dan tenggorokan. Cairan ini membantu proses menelan, melindungi jaringan mulut, serta menjaga keseimbangan bakteri di dalamnya.

Ketika seseorang tidak makan dan minum dalam waktu lama, produksi air liur cenderung menurun. Tubuh secara alami mengurangi aktivitas beberapa kelenjar untuk menghemat cairan yang tersedia.

Menurut berbagai publikasi kesehatan yang sering mengutip penjelasan dari Mayo Clinic, penurunan produksi air liur dapat membuat mulut dan tenggorokan terasa lebih kering, terutama ketika tubuh mulai mengalami dehidrasi ringan.

Situasi ini dapat terasa lebih jelas pada siang hingga sore hari, ketika cadangan cairan tubuh mulai berkurang setelah berjam-jam berpuasa.

Baca Juga: Tanda Tubuh Kekurangan Elektrolit Saat Berpuasa

Pengaruh Lingkungan dan Kebiasaan

Selain faktor biologis, lingkungan juga dapat memengaruhi kondisi tenggorokan saat puasa. Ruangan ber-AC atau udara yang terlalu kering dapat mempercepat hilangnya kelembapan pada mulut dan tenggorokan.

Kebiasaan bernapas melalui mulut juga dapat membuat tenggorokan terasa lebih cepat kering. Saat udara langsung masuk melalui mulut, kelembapan alami di area tersebut lebih mudah berkurang.

Kurangnya asupan cairan saat sahur juga dapat memperparah kondisi ini. Jika tubuh memulai puasa dengan cadangan cairan yang minim, rasa kering biasanya muncul lebih cepat dibandingkan ketika kebutuhan cairan terpenuhi.

Menjaga hidrasi yang cukup saat sahur dan berbuka dapat membantu mengurangi keluhan tersebut. Konsumsi air yang cukup, serta makanan yang mengandung banyak cairan, membantu tubuh mempertahankan keseimbangan cairan lebih lama selama puasa.

Dengan memahami penyebabnya, rasa kering pada tenggorokan saat puasa dapat disikapi dengan lebih tenang. Tubuh sebenarnya sedang beradaptasi dengan pola makan yang berbeda selama periode puasa. [][Vikalena Lasmoskwa/KK]

[penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi]