Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk. Aktivitas ini sering terasa biasa saja pada awalnya. Namun setelah beberapa waktu, tubuh mulai terasa pegal dan tidak nyaman.

Pekerjaan modern membuat banyak orang harus duduk dalam waktu yang cukup panjang. Bekerja di depan komputer, menghadiri rapat, atau bahkan perjalanan panjang sering membuat tubuh berada dalam posisi yang sama selama berjam-jam.

Ketika posisi tubuh tak banyak berubah, beberapa bagian otot harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan postur. Kondisi ini dapat membuat otot menjadi tegang dan perlahan menimbulkan rasa pegal.

Situasi tersebut sering dianggap hal biasa, padahal tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal bahwa ia membutuhkan pergerakan.

Baca Juga: Mengapa Tubuh Mudah Pegal? Apa yang Bisa Membantunya Pulih?

Otot yang Terlalu Lama Diam

Tubuh manusia dirancang untuk bergerak. Ketika seseorang duduk terlalu lama tanpa perubahan posisi, beberapa kelompok otot menjadi kurang aktif sementara otot lain justru bekerja terus-menerus untuk menopang tubuh.

Otot di bagian leher, bahu, dan punggung sering menjadi area yang paling cepat terasa tegang. Ketika posisi duduk tidak ideal, tekanan pada bagian-bagian tersebut bisa meningkat dan memicu rasa pegal.

Selain itu, aliran darah juga dapat menjadi kurang optimal ketika tubuh terlalu lama berada dalam satu posisi. Peredaran darah yang tidak lancar membuat otot lebih mudah merasa kaku.

Kondisi inilah yang sering menyebabkan tubuh terasa berat atau tidak nyaman setelah duduk terlalu lama.

Baca Juga: Kenapa Tenggorokan Mudah Kering Saat Puasa?

Pentingnya Memberi Tubuh Waktu Bergerak

Salah satu cara sederhana untuk mengurangi pegal akibat duduk lama adalah memberi tubuh kesempatan untuk bergerak secara berkala. Berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan ringan dapat membantu otot kembali rileks.

Banyak ahli kesehatan menyarankan jeda singkat setiap 30 hingga 60 menit ketika bekerja dalam posisi duduk. Gerakan kecil seperti memutar bahu atau meregangkan punggung dapat membantu mengurangi ketegangan yang menumpuk.

Menjaga posisi duduk yang ergonomis juga penting. Kursi dengan penopang punggung yang baik serta posisi layar komputer yang sejajar dengan mata dapat membantu mengurangi tekanan pada tubuh.

Perubahan kecil seperti ini sering memberi dampak yang cukup besar pada kenyamanan tubuh selama bekerja. Tubuh yang mendapatkan kesempatan bergerak secara teratur biasanya terasa lebih ringan dan tidak mudah pegal.

Memahami sinyal tubuh adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan di tengah rutinitas yang banyak dilakukan sambil duduk. [][Vikalena Lasmoskwa/KK]

[penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi]