Banyak yang mengira nyamuk hanya tertarik pada bau tubuh atau keringat kita. Padahal ada faktor lain yang jarang disadari. Warna pakaian ternyata ikut memengaruhi seberapa mudah nyamuk menemukan kita.
Pernahkah Anda merasa lebih sering digigit nyamuk saat memakai pakaian berwarna gelap? Banyak orang mengira itu hanya kebetulan. Namun ternyata, sains menunjukkan bahwa warna pakaian memang bisa memengaruhi seberapa mudah nyamuk menemukan kita. Fenomena sederhana ini ternyata menyimpan penjelasan ilmiah yang cukup menarik.
Nyamuk sebenarnya tidak hanya mengandalkan satu indera untuk menemukan manusia. Mereka menggunakan kombinasi penciuman, penglihatan, dan sensor panas. Pertama, nyamuk mendeteksi karbon dioksida dari napas manusia. Setelah itu, penglihatan mereka mulai mencari objek yang terlihat seperti calon “mangsa”.
Di sinilah warna pakaian mulai berperan. Penelitian dari University of Washington yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications menemukan bahwa nyamuk cenderung tertarik pada warna tertentu seperti merah, oranye, hitam, dan cyan. Sebaliknya, warna seperti putih, biru, hijau, dan ungu cenderung kurang menarik perhatian nyamuk.
Mengapa warna gelap lebih menarik bagi nyamuk? Salah satu alasannya adalah kontras visual. Warna gelap membuat tubuh manusia terlihat lebih jelas sebagai siluet di lingkungan sekitar. Ketika nyamuk sudah mencium karbon dioksida dari napas manusia, mereka menggunakan penglihatan untuk mengarahkan diri ke objek yang paling mencolok.
Selain itu, warna gelap juga menyerap lebih banyak panas dibandingkan warna terang. Nyamuk memiliki sensor yang sangat peka terhadap panas tubuh. Ketika pakaian berwarna gelap menyerap panas dari matahari atau dari tubuh kita, hal itu bisa membuat kita tampak lebih “menarik” bagi nyamuk yang sedang mencari sumber darah.
Penelitian lain tentang perilaku nyamuk bahkan menunjukkan bahwa warna hitam sering kali menjadi warna yang paling menarik bagi beberapa spesies nyamuk. Dalam studi ilmiah mengenai perilaku nyamuk Culex pipiens, objek berwarna hitam menunjukkan daya tarik yang lebih kuat dibandingkan warna merah atau warna terang lainnya saat nyamuk mencari sumber makanan.
Namun penting dipahami bahwa warna bukan satu-satunya faktor. Nyamuk juga tertarik pada bau tubuh, keringat, suhu kulit, dan karbon dioksida yang kita hembuskan. Bahkan beberapa senyawa dalam keringat manusia seperti asam laktat dan amonia diketahui dapat memancing nyamuk mendekat.
Artinya, seseorang yang memakai pakaian terang tetap bisa digigit nyamuk jika tubuhnya menghasilkan bau atau panas yang kuat. Sebaliknya, orang yang memakai pakaian gelap belum tentu selalu menjadi sasaran utama jika faktor lain tidak mendukung. Warna hanyalah salah satu petunjuk visual yang membantu nyamuk menemukan target.
Baca Juga: Mengapa Kulit Langsung Gatal Setelah Digigit Nyamuk dan Apa obatnya?
Meski begitu, memilih pakaian dengan warna terang bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk. Warna terang seperti putih atau pastel cenderung memantulkan cahaya dan tidak terlalu menonjol bagi penglihatan nyamuk. Beberapa penelitian lapangan bahkan menunjukkan bahwa pakaian berwarna terang lebih jarang menarik nyamuk dibandingkan pakaian berwarna gelap.
Hal kecil seperti warna pakaian ternyata bisa memengaruhi interaksi kita dengan serangga di sekitar. Ini menunjukkan bahwa sains sering tersembunyi dalam hal-hal yang tampak sepele dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang kita kenakan, bagaimana tubuh kita berbau, hingga cara kita bernapas ternyata dapat dibaca oleh makhluk kecil seperti nyamuk.
Mungkin setelah mengetahui fakta ini, kita bisa mulai lebih memperhatikan hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. Saat pergi ke tempat yang banyak nyamuk, mungkin kita bisa memilih pakaian yang lebih terang. Hal sederhana seperti ini bisa menjadi cara kecil untuk melindungi diri sekaligus mengingatkan bahwa alam selalu memiliki cara unik untuk berinteraksi dengan manusia. [Salim Elantara/KK]
Sumber:
Allan et al. (1987). Visual ecology of biting flies. Annual Review of Entomology, 32, 297–316. DOI: 10.1146/annurev.en.32.010187.001501. Studi ini menjelaskan bagaimana serangga pengisap darah termasuk nyamuk menggunakan kontras visual dan warna untuk mengenali target.
Clements, A. N. (1999). The Biology of Mosquitoes Volume 2: Sensory Reception and Behaviour. CABI Publishing. Buku ilmiah ini menjelaskan secara mendalam tentang sistem sensor nyamuk, termasuk kemampuan mereka mendeteksi panas tubuh, bau, dan sinyal visual.