Ada lagu yang dulu terdengar biasa saja. Liriknya kita dengarkan sambil lalu, melodinya mungkin hanya menjadi teman perjalanan. Namun, setelah mengalami sesuatu dalam hidup, lagu yang sama tiba-tiba terasa berbeda. Seolah-olah ada kalimat yang baru benar-benar kita mengerti setelah menjalaninya sendiri.

Pernah mengalaminya? Sebuah lagu tiba-tiba terdengar lebih dalam setelah kita kehilangan seseorang. Lagu tentang perpisahan yang dahulu terasa biasa mendadak menjadi sulit didengarkan setelah hubungan benar-benar berakhir. Begitu juga lagu tentang pulang.

Dulu mungkin kita hanya menganggapnya sebagai lagu tentang rumah. Tetapi setelah bertahun-tahun tinggal jauh dari keluarga, lirik yang sama bisa terasa seperti sesuatu yang sedang berbicara langsung kepada kita. Menariknya, lagunya tidak berubah. Yang berubah adalah kita.

Baca Juga: Ada Lagu yang Tidak Pernah Kita Cari, Tapi Selalu Datang Saat Sedang Sedih

Pengalaman Membuat Kita Mendengar dengan Cara yang Berbeda

Musik memiliki hubungan yang sangat dekat dengan memori dan emosi. Ketika mendengarkan sebuah lagu, otak tidak hanya memproses suara dan lirik. Pengalaman pribadi yang pernah kita alami juga dapat ikut muncul bersamaan.

Ahli saraf Dr. Daniel J. Levitin, penulis buku This Is Your Brain on Music [2006], menjelaskan bahwa musik berhubungan erat dengan sistem otak yang mengatur emosi, ingatan, dan antisipasi. Karena itu, sebuah lagu dapat menjadi pemicu munculnya kembali pengalaman tertentu yang pernah kita alami.

Itulah sebabnya sebuah lagu yang sama dapat menghasilkan perasaan berbeda pada waktu yang berbeda. Ketika masih remaja, lagu tentang kehilangan mungkin terdengar seperti cerita orang lain. Setelah kehilangan seseorang yang kita cintai, kalimat yang sama dapat terasa jauh lebih personal.

Bukan karena penyanyinya tiba-tiba menjadi lebih pandai menulis. Kita yang akhirnya memiliki pengalaman untuk memahami apa yang sedang dinyanyikan.

Baca Juga: Ada Lagu yang Terus Berputar di Kepala, Apa Alasan Otak Melakukannya?

Lirik yang Dulu Terasa Biasa Bisa Mendadak Menjadi Sangat Personal

Ada pengalaman tertentu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata kita sendiri. Anehnya, sebuah lagu terkadang mampu mengatakannya dengan lebih tepat.

Ketika sedang jatuh cinta, kita mungkin merasa sebuah lagu romantis seperti dibuat khusus untuk hubungan kita. Ketika patah hati, lagu yang sama sekali berbeda dapat terasa seperti seseorang sedang menceritakan isi kepala kita.

Psikolog Dr. David C. Rubin, dalam bukunya Remembering Our Past: Studies in Autobiographical Memory [1996], menjelaskan bahwa ingatan otobiografis manusia berkaitan erat dengan pengalaman pribadi, emosi, dan konteks ketika sebuah peristiwa terjadi.

Musik dapat menjadi salah satu pemicu yang menghubungkan kembali unsur-unsur tersebut. Karena itu, lagu tertentu bisa menjadi semacam kapsul waktu.

Hanya beberapa detik setelah intro terdengar, kita mungkin kembali berada di sebuah tempat yang sudah lama ditinggalkan. Mengingat seseorang yang sudah tidak lagi bersama kita. Mengingat versi diri sendiri yang dulu pernah kita jalani.

Ada lagu yang mengingatkan kita kepada seseorang. Ada lagu yang mengingatkan kita kepada sebuah tempat. Dan ada pula lagu yang justru mengingatkan kita kepada diri sendiri pada masa tertentu.

Baca Juga: Lagu yang Ingin Kita Dengar Saat Dunia Berakhir

Kita Tidak Selalu Mendengarkan Lagu yang Sama dengan Orang Lain

Barangkali ini pula yang membuat pengalaman mendengarkan musik terasa sangat personal. Dua orang dapat mendengarkan lagu yang sama, memahami lirik yang sama, bahkan menyukai melodinya dengan kadar yang sama. Namun, makna yang mereka bawa pulang bisa berbeda.

Bagi seseorang, lagu itu mungkin tentang cinta. Bagi orang lain, lagu yang sama mungkin tentang kehilangan. Bagi seseorang yang baru saja pulang ke kota masa kecilnya, lagu itu mungkin berbicara tentang rumah.

Musik tidak selalu memberikan makna. Sering kali, pengalaman hidup kitalah yang mengisinya. Mungkin itu sebabnya ada lagu yang baru terasa indah setelah kita menjadi lebih dewasa. Ada lagu yang baru terasa sedih setelah kita kehilangan. Ada pula lagu yang baru kita mengerti bertahun-tahun setelah pertama kali mendengarnya.

Pada usia tertentu, kita mendengarkan lagu untuk menikmati bunyinya. Setelah mengalami lebih banyak hal, kita mulai mendengarkan apa yang sebenarnya sedang dikatakannya. Dan mungkin, salah satu keistimewaan musik memang terletak di sana. Sebuah lagu tidak harus berubah untuk menjadi lebih bermakna. Kadang, kehidupan kitalah yang perlahan memberi lagu itu arti baru. [][Liora Maheswari/KK]

Penulisan dan riset artikel ini dibantu AI serta telah melalui proses kurasi Redaksi.