Beberapa tahun lalu, tote bag identik dengan mahasiswa seni, anak skena, atau orang yang dianggap terlalu 'fashion'. Sekarang, semakin banyak cowok mulai membawanya ke mana-mana, meski komentar soal maskulinitas belum benar-benar hilang.

Fenomena itu sebenarnya mudah ditemukan di kehidupan sehari-hari. Ada cowok yang membawa tote bag ke kantor karena lebih praktis, ada yang memakainya untuk membawa laptop dan barang kerja, dan ada juga yang sekadar malas memenuhi saku celana dengan terlalu banyak barang.

Namun menariknya, benda sesederhana tas kain masih sering memunculkan komentar aneh. Tidak sedikit cowok yang tetap dianggap 'kurang maskulin' hanya karena memilih membawa tote bag dibanding tas ransel atau selempang yang terlihat lebih 'aman' secara stereotip.

Padahal kalau dipikir-pikir, tote bag pada dasarnya cuma alat membawa barang. Fungsi utamanya sederhana, praktis, dan bahkan sering lebih nyaman dipakai sehari-hari. Tapi di kepala banyak orang, benda kecil seperti tas ternyata masih bisa dikaitkan dengan cara seseorang dinilai sebagai laki-laki.

Fenomena itu menunjukkan bahwa maskulinitas sering kali bukan soal fungsi, melainkan soal simbol yang sudah lama hidup di masyarakat.

Sosiolog Raewyn Connell dalam konsep hegemonic masculinity menjelaskan bahwa budaya modern punya gambaran tertentu tentang bagaimana laki-laki 'seharusnya' tampil dan berperilaku. Hal-hal yang dianggap terlalu lembut, terlalu estetik, atau terlalu dekat dengan dunia fashion sering dipandang tidak cukup maskulin, meski sebenarnya tidak ada hubungan langsung dengan karakter seseorang. Akibatnya, pilihan sederhana seperti model tas pun bisa ikut diperdebatkan.

Baca Juga: Cowok Mulai Rajin Pakai Skincare, Tapi Apa yang Masih Mendominasi Rak Produk di Minimarket?

Banyak Cowok Sekarang Mulai Memilih Praktis, Bukan Sekadar Terlihat Keras

Perubahan gaya hidup urban ikut membuat cara cowok berpakaian dan membawa barang perlahan berubah. Aktivitas harian semakin padat, barang bawaan makin banyak, dan kebutuhan bergerak cepat membuat orang mencari sesuatu yang lebih praktis digunakan setiap hari.

Tote bag akhirnya masuk ke ruang itu. Bentuknya ringan, mudah dipakai, dan cukup fleksibel untuk aktivitas kantor, nongkrong, sampai kerja mobile yang sekarang semakin umum dilakukan banyak orang.

Menariknya, banyak cowok sebenarnya tidak terlalu peduli soal tote bag terlihat keren atau tidak. Sebagian hanya merasa tas itu lebih nyaman dipakai dibanding harus memenuhi saku celana dengan dompet, charger, botol minum, atau barang kecil lainnya.

Namun budaya lama tentang maskulinitas kadang masih bergerak lebih lambat daripada perubahan kebiasaan sehari-hari.

Psikolog sosial Dr. Ronald Levant pernah menjelaskan bahwa banyak laki-laki tumbuh dengan tekanan sosial untuk terus terlihat kuat, sederhana, dan tidak terlalu memperhatikan penampilan. Karena itu, ketika laki-laki mulai memakai sesuatu yang dianggap lebih estetik atau terlalu 'rapi', muncul reaksi sosial yang menganggap mereka keluar dari gambaran maskulin tradisional. Padahal realitanya, gaya hidup laki-laki modern memang sudah banyak berubah.

Baca Juga: Cowok Sekarang Mulai Peduli Penampilan, Tapi Masih Takut Dibilang Ribet

Maskulinitas Modern Mulai Bergeser dari Penampilan ke Rasa Nyaman Menjadi Diri Sendiri

Kalau diperhatikan lebih jauh, perubahan ini sebenarnya bukan cuma soal tote bag. Banyak cowok sekarang mulai lebih nyaman merawat diri, memilih pakaian yang lebih ekspresif, sampai membawa barang yang benar-benar mereka butuhkan tanpa terlalu sibuk memikirkan penilaian orang lain.

Hal itu menunjukkan bahwa definisi maskulinitas perlahan mulai bergerak. Tidak lagi selalu identik dengan tampil keras atau kaku, tetapi lebih dekat pada rasa percaya diri terhadap pilihan hidup sendiri.

Penulis budaya pop Mark Greene pernah menjelaskan bahwa generasi laki-laki modern mulai mencoba keluar dari tekanan maskulinitas lama yang terlalu sempit. Banyak pria sekarang lebih terbuka terhadap ekspresi diri karena mereka tidak lagi ingin terus hidup hanya untuk memenuhi ekspektasi sosial tentang bagaimana laki-laki 'seharusnya' terlihat.

Mungkin itu sebabnya tote bag sekarang semakin sering terlihat di pundak cowok-cowok perkotaan. Bukan karena mereka sedang mencoba terlihat berbeda, tetapi karena hidup modern memang membuat banyak orang akhirnya memilih sesuatu yang terasa praktis dan nyaman untuk dirinya sendiri.

Dan mungkin lucunya memang di situ. Tasnya cuma tote bag biasa, tapi yang ribut justru bayangan lama tentang maskulinitas yang belum benar-benar selesai berubah. [][Rommy Rimbarawa/KK]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.