Banyak pria ngerasa urusan kulit itu bukan hal yang perlu dipikirin terlalu jauh. Selama nggak jerawatan parah, nggak perih, ya dianggap aman. Sisanya, ya jalan aja seperti biasa.
Kalau dilihat dari keseharian, rutinitasnya memang sederhana. Mandi, cuci muka sekalian pakai sabun yang sama, lalu selesai. Nggak ada langkah tambahan, karena rasanya juga belum perlu. Padahal, tanpa disadari, kulit itu tetap 'kerja' setiap hari. Kena debu, kena matahari, kena kotoran dari aktivitas. Cuma memang, efeknya nggak langsung kelihatan, jadi sering nggak dianggap penting.
Akhirnya, yang terjadi bukan karena pria nggak peduli. Tapi lebih ke belum merasa perlu peduli.
Baca Juga: Banyak yang Dibeli, Tapi Sebenarnya Kita Sedang Jaga Gengsi
Nggak Terasa Penting, Jadi Nggak Dilakuin
Hal yang paling sering kejadian itu sederhana: sunscreen. Banyak yang tahu, tapi jarang benar-benar dipakai. Alasannya juga klasik, nggak panas, cuma sebentar di luar, atau merasa kulitnya 'kuat'.
Padahal, sinar UV itu tetap kena, mau lagi mendung atau di dalam ruangan dekat jendela. Nggak terasa sekarang, tapi dampaknya pelan-pelan numpuk. Hal lain yang juga sering kejadian, habis aktivitas seharian, muka nggak langsung dibersihkan. Keringat, debu, minyak, semua numpuk, tapi dibiarkan sampai mandi berikutnya.
American Academy of Dermatology sendiri sebenarnya sudah lama menekankan hal-hal dasar seperti ini. Bukan perawatan ribet, tapi yang konsisten dan sesuai kebutuhan. Masalahnya, karena nggak ada efek langsung, banyak yang ngerasa itu bisa ditunda. Dan kalau sudah jadi kebiasaan, makin sulit buat diubah.
Baca Juga: “Jadi Laki-Laki, Kok Harus Selalu Begitu?”
Baru Kerasa, Pas Sudah Terjadi
Yang menarik, banyak pria baru mulai peduli setelah ada perubahan yang terasa. Kulit mulai kusam, gampang berminyak, atau muncul tanda-tanda penuaan yang sebelumnya nggak kepikiran. Padahal, itu bukan muncul tiba-tiba. Itu hasil dari kebiasaan yang berlangsung lama, tanpa pernah benar-benar diperhatikan.
Dr. Joshua Zeichner, dermatolog dari New York, pernah menjelaskan kalau perawatan dasar seperti membersihkan wajah dan menjaga kelembapan itu sudah cukup untuk menjaga kondisi kulit tetap stabil.
Artinya, yang dibutuhkan sebenarnya bukan sesuatu yang rumit. Tapi konsistensi di hal-hal sederhana yang sering dilewatkan. Kalau dari awal sudah dijaga, kemungkinan besar masalah besar juga nggak akan muncul cepat-cepat.
Kadang yang bikin perawatan terasa jauh itu karena bayangannya sudah terlalu kompleks. Harus banyak produk, harus banyak langkah, harus ngerti semuanya. Padahal, kalau ditarik ke dasar, yang dibutuhkan nggak sebanyak itu. Bersih, terlindungi, dan cukup lembap.
Dan seringnya, yang nggak dilakukan bukan karena nggak mampu. Tapi karena belum pernah benar-benar dianggap perlu. [][Rommy Rimbarawa/KK]
Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.