Malam di kota semakin terang. Kita merasa lebih aman dan lebih mudah beraktivitas. Namun ketika gelap menghilang, ternyata ada bagian ekosistem yang ikut kehilangan ruangnya.

Lampu jalan menyala, papan reklame bersinar sampai tengah malam, gedung perkantoran tetap terang, dan kawasan komersial seperti menolak benar-benar masuk ke malam. Bagi manusia, cahaya buatan membawa banyak manfaat. Jalan lebih mudah dilalui, aktivitas bisa berlangsung lebih lama, dan ruang publik terasa lebih dapat digunakan setelah matahari terbenam.

Namun malam bukan hanya jeda di antara dua siang. Kegelapan merupakan bagian dari lingkungan tempat banyak organisme berevolusi. Ketika malam terus diterangi cahaya buatan, yang berubah bukan hanya kemampuan kita melihat lebih jelas, tetapi juga ritme biologis, perilaku satwa, dan cara berbagai spesies berinteraksi.

Dalam ilmu lingkungan, persoalan ini dikenal sebagai light pollution atau polusi cahaya. International Dark-Sky Association menjelaskan polusi cahaya mencakup cahaya berlebih, arah cahaya yang tidak tepat, dan pencahayaan malam yang mengganggu lingkungan alami. Dampaknya dapat menjalar dari langit malam sampai ekosistem di permukaan. 

Baca Juga: Kenapa Udara Setelah Hujan Terasa Lebih Bersih, Apakah Memang Benar-benar Lebih Bersih?

Ketika Malam Tidak Lagi Benar-Benar Gelap

Banyak hewan menggunakan terang dan gelap sebagai penanda waktu. Burung mengetahui kapan harus bermigrasi atau mulai bernyanyi, serangga mengatur aktivitas berdasarkan cahaya, dan hewan nokturnal bergantung pada malam untuk mencari makan atau menghindari predator. Ketika malam diterangi terus-menerus, sinyal alami itu berubah.

National Park Service di Amerika Serikat mencatat cahaya buatan pada malam hari dapat mengganggu pola migrasi, aktivitas mencari makan, reproduksi, dan hubungan predator-mangsa pada berbagai spesies. Cahaya yang tampak sederhana bagi manusia dapat menjadi perubahan lingkungan yang signifikan bagi organisme yang terbiasa dengan siklus terang-gelap alami. 

Serangga menjadi salah satu contoh yang paling mudah dilihat. Kita sering menemukan ngengat, kumbang, atau serangga lain berputar-putar di sekitar lampu sepanjang malam. Perilaku ini bukan sekadar kebiasaan kecil yang tidak penting karena waktu dan energi yang seharusnya digunakan untuk mencari makan, kawin, atau menghindari predator dapat tersedot menuju sumber cahaya.

Penelitian yang diterbitkan dalam Science Advances menemukan pencahayaan jalan pada malam hari dapat menurunkan jumlah ulat pada pagar tanaman dan pinggir rumput. Para peneliti juga menemukan efek lebih kuat pada lampu LED putih dibandingkan lampu natrium tradisional. Temuan tersebut memberi petunjuk bahwa jenis spektrum cahaya ikut menentukan dampaknya terhadap serangga. 

Hilangnya serangga tidak berhenti pada serangganya sendiri. Banyak burung, kelelawar, amfibi, dan organisme lain bergantung pada serangga sebagai makanan. Jika cahaya mengubah jumlah maupun perilaku satu kelompok, efeknya dapat bergerak ke bagian lain dalam rantai makanan.

Baca Juga: Kalau Aspal dan Beton Bisa Menyerap Air, Apakah Kota Bisa Lebih Bersahabat dengan Hujan?

Cahaya Juga Mengubah Cara Hewan Bergerak dan Bertahan Hidup

Bagi satwa nokturnal, kegelapan dapat berfungsi sebagai perlindungan. Sebagian hewan keluar pada malam hari karena risiko terlihat predator lebih rendah. Ketika sebuah kawasan menjadi terang, mereka mungkin menghindarinya atau mengubah waktu aktivitasnya.

Sebaliknya, predator tertentu justru dapat memperoleh keuntungan dari cahaya karena mangsa menjadi lebih mudah terlihat. Penelitian mengenai polusi cahaya menunjukkan perubahan pencahayaan dapat mengubah hubungan predator-mangsa dengan cara yang berbeda menurut spesies dan habitat. Karena itu, dampaknya tidak selalu sesederhana “cahaya membuat semua hewan menjauh”.

Burung migran juga menghadapi persoalan berbeda. Banyak burung melakukan migrasi pada malam hari dan menggunakan petunjuk alami untuk bernavigasi. Cahaya dari gedung dan kota dapat menarik atau membingungkan mereka, meningkatkan risiko tabrakan dengan bangunan. U.S. Fish and Wildlife Service mencatat cahaya buatan merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tabrakan burung dengan struktur buatan manusia. 

Tumbuhan pun tidak sepenuhnya berada di luar persoalan. Cahaya malam dapat memengaruhi waktu pembungaan, pertumbuhan, dan interaksi tanaman dengan penyerbuk. Ekosistem bekerja melalui jadwal yang saling bertemu; ketika satu organisme mengubah waktunya karena cahaya, hubungan dengan organisme lain dapat ikut bergeser.

Lalu ada manusia sendiri. Cahaya pada malam hari, terutama pada waktu dan intensitas yang tidak tepat, dapat memengaruhi ritme sirkadian. Cahaya merupakan salah satu sinyal utama yang digunakan tubuh untuk mengatur waktu tidur dan bangun, sehingga paparan cahaya malam dapat mengganggu produksi melatonin dan pola tidur. 

Namun, solusi persoalan ini tentu bukan mematikan seluruh lampu kota. Penerangan tetap dibutuhkan untuk keselamatan, mobilitas, dan aktivitas manusia. Yang mulai banyak dibicarakan justru bagaimana pencahayaan dapat dibuat lebih tepat: cukup terang sesuai kebutuhan, diarahkan ke tempat yang memang perlu diterangi, menggunakan spektrum yang lebih ramah lingkungan, serta dikurangi ketika tidak lagi diperlukan.

DarkSky International mendorong prinsip pencahayaan yang menekankan kegunaan, arah yang tepat, tingkat pencahayaan yang tidak berlebihan, pengendalian waktu, dan pemilihan warna cahaya yang lebih hangat. Prinsip tersebut menunjukkan bahwa persoalannya bukan sekadar ada atau tidak ada lampu, tetapi bagaimana cahaya digunakan. 

Kita sering menganggap kemajuan kota dapat dilihat dari seberapa terang malamnya. Gedung bersinar, jalan tidak pernah gelap, dan kawasan komersial tetap hidup sampai dini hari. Namun dari sudut pandang lingkungan, gelap bukan kekurangan yang harus dihapus sepenuhnya.

Gelap adalah habitat, penanda waktu, perlindungan, dan bagian dari ritme kehidupan. Ketika kita menerangi malam, kita memang mendapatkan banyak hal. Tetapi kota yang lebih bijak mungkin juga perlu mengetahui bagian mana yang sebaiknya tetap dibiarkan gelap. [][Rommy Rimbarawa/KK]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.